Kampung Nawaripi Buka BLK, Sudah 63 Warga Mendaftar
Kepala Kampung Nawaripi Mimika, Norman Ditubun. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Kepala Kampung Nawaripi Mimika, Norman Ditubun. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Kampung Nawaripi Distrik Wania akhirnya menjawab harapan besar warganya membuka Balai Latihan Kerja (BLK) yang tak kunjung direalisasikan Pemda Mimika.

Program ini akan menggunakan ADD. Pendaftaran angkatan pertamanya telah dibuka.

BLK ini terdiri dari tiga jurusan yakni mebeler, otomotif dan pengelasan.

Khusus jurusan otomotif, Pemerintah Kampung Nawaripi lebih prioritaskan ke mesin tempel, karena mayoritas warga Nawaripi khususnya anak-anak mudanya hobby melaut menggunakan mesin motor tempel.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun mengatakan mesin tempel akan dipelajari selama satu bulan penuh. Setelah itu dilanjutkan motor darat.

“Kami sudah berkoordinasi, menyurat ke Kapolres dan sudah bersedia memberikan kami motor untuk anak-anak belajar bongkar pasang,” katanya saat ditemui, Selasa (31/8/2021).

Kemudian di bulan ketiga, perserta lanjut belajar mesin mobil yang akan melibatkan SLD dan CLO Keuskupan Mimika dengan PT Harmonis Sinergis.

Dalam program ini, Pemerintah Kampung akan meminta bantuan PT Freeport memberikan mesin mobil tak laik pakai sebagai bahan pembelajaran.

“Nawaripi merupakan salah satu desa Daskam yang harus menjadi tanggung jawab Freeport,” tegasnya.

Pelaksanaan BLK berdasarkan kerja sama dengan Kementerian PUPR. Ijazah peserta pun nanti langsung dari Kementerian PUPR, sehingga lulusannya pun bisa mencari pekerjaan di semua wilayah di Indonesia.

“Orang dari Kementerian PUPR juga sudah pernah berkunjung ke sini tinggal kami lakukan MoU,” katanya.

Norman mengatakan BLK ini hanya dikhususkan bagi warga asli Kampung Nawaripi, khususnya bagi masyarakat asli Kamoro.

“Jujur bahwa SDM kami di sini masih rendah. Saya melihat dari SDM yang masih rendah ini saya membuat BLK,” tuturnya.

Menurutnya BLK adalah jawaban untuk meningkatkan SDM. Melalui BLK warga kampung bisa mengembangkan kealihkan yang mereka punya. Terutama bagi mereka yang putus sekolah.

Soal ijazah, Pemerintah Kampung akan mengikutkan mereka dalam ujian paket.

“Jadi itu suatu edukasi yang Kampung Nawaripi buat untuk anak-anak Nawaripi khususnya anak-anak asli Kampung Nawaripi suku Kamoro yang kami prioritas,” pungkasnya.

Adapun warga yang mendaftar sudah 63 orang. 60 diantarnya adalah anak asli Kampung Nawaripi dan 3 orang adalah warga pendatang yang juga sudah menjadi warga Kampung Nawaripi.

“Kami di Kampung Nawaripi ini yang punya ijasah SMA cuma 5 orang dan lainnya yang tidak punya ijasah SD, SMP ada yang punya ijasah SMP tidak punya ijasah SMA,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya BLK nanti, warga bisa percaya diri dan sama dengan suku-suku lain yang ada di Kabupaten Mimika ini. (Anti Patabang)