Kasus HIV-AIDS di Merauke Dominan dari Kelompok Ibu Rumah Tangga
Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR) Dinas Kesehatan Merauke, dr Inge Silviah. Foto: Ami/ Papua60detik
Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR) Dinas Kesehatan Merauke, dr Inge Silviah. Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR) Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr Inge Silviah  menyebut, sejak Januari hingga Juni 2023 sudah ditemukan 60 pasien HIV-AIDS dengan didominasi dari kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT).

"Ibu rumah tangga sebanyak 17 orang," katanya, Senin (31/7/2023).

Ia menjelaskan ibu rumah tangga, terinfeksi HIV-AIDS bisa dari perilakunya sendiri maupun tertular dari suami.

dr Inge mengakui, kesadaran ibu rumah tangga  di Merauke masih kurang tentang HIV-AIDS sehingga PKR kini aktif menawarkan tes VCT. Yang krusial adalah ibu hamil yang positif HIV-AIDS bisa menularkan ke anaknya.

“Ibu rumah tangga telah diprogramkan oleh PKR untuk melakukan tes HIV-AIDS, sifilis dan hepatitis,” kata dr Inge.

Ia menyebut, dari 60 temuan kasus baru tahun ini, empat di antaranya berprofesi sebagai ASN. Dan dari 60 kasus itu, 11 pasien meninggal dunia.

Sementara secara kumulatif, sejak 1992 hingga Juni 2023 telah ditemukan 2.764 orang terinfeksi HIV-AIDS di Merauke. Total yang meninggal dunia sudah 759 orang.

Sebagai langkah pencegahan, dr Inge meminta warga memperhatikan rumus ABC yaitu: Abstinence, Be Faithful dan Condom.

"Tidak melakukan hubungan seks, untuk yang sudah menikah setia dengan satu pasangan saja dan cegah dengan kondom," jelasnya. (Ami)