Kasus Menanjak, Penyakit Tidak Menular Mulai Mencemaskan
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra. Foto: Burhan/ Papua60detik
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra. Foto: Burhan/ Papua60detik
Papua60detik - Berjibaku menangani penyakit menular seperti TBC, HIV,-AIDS malaria sampai Covid-19, Dinkes Mimika kini harus membagi fokus pada penyakit tidak menular (PTM).

Data Dinkes Mimika, penyakit PTM seperti diabetes melitus, hipertensi dan jantung angka temuan kasusnya makin menanjak.

"Diabetes, hipertensi itu mejadi concern kami. Ditemukan di Puskesmas paling banyak kemudian laporan rumah-rumah sakit, pasien dengan jantung cenderung meningkat," kata Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, Kamis (31/3/2022).

Dalam data 10 besar penyakit di Mimika, PTM mulai merangkak naik menyalip penyakit-penyakit menular.

Tahun lalu, Dinkes bahkan kehabisan insulin untuk pengobatan diabetes.

"Dari 8 ke 7 sekarang ada di 5 besar, diabetes dan hipertensi. Mortalitasnya (angka kematian) tinggi, terutama yang komplikasi," kata Reynold.

Dari sisi pembiayaan, PTM juga menambah beban pemerintah daerah. Jika penyakit malaria, TBC obatnya gratis, pemerintah harus mengeluarkan biaya untuk pengobatan PTM. 

Setiap tahun Dinkes menganggarkan Rp1,2 sampai Rp1,4 miliar membiayai pengobatan PTM lewat JKN-KIS. (Burhan)