Kaya Potensi Kelapa, Warga Mappi Dilatih Produksi VCO
Papua60Detik - TP PKK Kabupaten Mappi pelopori pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) yang berbahan baku kelapa. Pelatihan dipusatkan di Distrik Nambioman Bapai.
Pelatihan dua hari tersebut menghadirkan para pembimbing atau pelatih yang merupakan dosen dari Universitas Musamus Merauke. Pada penutupan, turut hadir kepala Balai POM Merauke. Produk VCO difokuskan pada bahan kecantikan dan kesehatan.
"Kita tidak mungkin melakukan pelatihan atau kegiatan yang bukan menjadi potensi ataupun kebutuhan masyarakat di distrik," kata Penjabat Bupati Mappi, Michael R Gomar saat menutup pelatihan, Rabu (19/4/2023).
Kabupaten Mappi menurutnya kaya akan potensi kelapa. Hamparan pohon kelapa bisa dipanen secara rutin, dua minggu sekali. Dengan potensi yang melimpah itu, Gomar mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengembangkan pengolahan kelapa sebagai industri kecil menengah (IKM).
IKM ini harus mampu mengembangkan potensi dari bahan baku menjadi bahan jadi. Loka POM nanti akan mengeluarkan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).
"Kalau sudah jadi terus kita pikirkan bagaimana pendistribusiannya itu tugas dari Dinas Perindagkop bekerja sama dengan pelaku usaha untuk wajib menjual hasil produksi IKM dari Distrik Nambioman berupa VCO di kios dan toko-toko. Dengan harga standar yang harus sama," tegas Pj Bupati.
Gomar berharap dengan produk VCO ini, PKK Distrik Nambioman menjadi percontohan untuk distrik lain. Terkait modal, ia meminta kepala distrik dan PKK distrik turut melakukan pembinaan pengolahan VCO secara berkelanjutan.
“Saya berharap kegiatan-kegiatan TP PKK bisa dikembangkan lagi distrik-distrik yang lain, sesuai dengan potensi distrik yang ada. Dan PKK Distrik harus hidup, karena PKK Distrik tidak hanya mengelola program unggulan, program kegiatan pemberdayaan ekonomi tetapi juga membantu pemerintah distrik yang di dalam ya ada Puskesmas, sekolah,”pungkasnya.
Dengan pelatihan ini masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan baru. Apalagi pelatihan ini menggunakan peralatan-peralatan modern yang memudahkan mengolah VCO.
"Ini akan sangat membentuk kami untuk tingkatkan ekonomi keluarga kami," kata peserta pelatihan, Anselina Elisabet Karepamu..
Kepala Loka POM Merauke, Agustince Werimon yang membawahi tiga kabupaten yakni Merauke, Mappi dan Boven Digoel bertugas menerbitkan izin produk. Produk VCO yang dihasilkan hanya boleh didistribusikan jika sudah memiliki izin edar dari Badan POM.
Setelah lebaran, Loka POM akan melakukan pendampingan agar produk hasil masyarakat memiliki izin edar.
"Kalau parameter ujinya terakomodir semua di laboratorium Badan POM maka izin edar akan cepat keluar dan tolong kelapanya terus dibudidaya," pungkasnya. (Joe Situmorang)