Kebakaran Hebat di Tolikara, Ratusan Bangunan Hangus
Papua60detik - Kebakaran hebat melanda kawasan Giling Batu hingga pertengahan Kogome, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Rabu (28/1/2026). Api yang berkobar sejak siang hari dengan cepat melahap deretan bangunan milik warga dan pedagang, meninggalkan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi di pusat kota.
Kepolisian Daerah Papua menyebut sekitar 100 unit bangunan dilaporkan hangus terbakar, terdiri dari kios sembako, toko bangunan, rumah makan, kos-kosan, kios pakaian, hingga rumah tinggal warga. Aktivitas ekonomi masyarakat pun lumpuh seketika akibat amukan si jago merah.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyampaikan api dengan cepat meluas dipicu tiupan angin yang cukup kencang, diperparah dengan keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di wilayah tersebut. Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh jajaran Polres Tolikara. Ia menjelaskan,
“Faktor angin dan minimnya fasilitas pemadam membuat api sulit dikendalikan pada awal kejadian,” ujar Cahyo.
Dalam situasi darurat tersebut, aparat gabungan TNI-Polri bersama masyarakat setempat berjibaku melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Proses pemadaman turut dibantu dengan penggunaan selang air dan mesin pompa air yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat dan roda enam milik TNI-Polri serta warga sekitar.
Upaya pemutusan jalur api juga dilakukan dengan menurunkan satu unit ekskavator untuk membongkar bangunan di sekitar titik kebakaran agar api tidak terus merambat ke area lain.
Kapolres Tolikara, Kompol Roberth Hitipeuw memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp22 miliar.
“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi cukup besar. Fokus kami saat ini adalah pengamanan lokasi dan membantu proses pemulihan,” jelasnya.
Menanggapi situasi tersebut, Polda Papua mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Aparat kepolisian, kata dia, akan menangani kejadian ini secara profesional dan transparan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait penyebab kebakaran dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Kepolisian. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” tegas Kombes Cahyo.
Hingga Rabu malam, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan telah terkendali meski proses pendinginan masih terus dilakukan. Pendataan terhadap kios, toko, dan rumah warga yang terdampak masih berlangsung, namun belum maksimal karena sebagian pemilik bangunan sementara mengungsi ke rumah keluarga masing-masing.
Sementara itu, pemilik bangunan yang diduga menjadi titik awal munculnya api belum dimintai keterangan lantaran keberadaannya belum diketahui. (Eka)