Kelompok Tani Binaan Kodim 1710/Mimika Senyum Lebar di Awal Tahun
Papua60detik - Di tengah pandemi covid-19, Kelompok Tani Mandiri yang merupakan binaan Kodim 1710/Mimika akhirnya panen raya.
Bersama Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya, para petani di SP4 Distrik Wania memanen tanaman holtikultura jenis melon di lahan seluas 10 Hektar, Senin (4/1/2021).
Ketua Kelompok Tani Mandiri, Untung mengungkap rasa terima kasih khususnya kepada Babinsa Koptu Jamal yang selalu mendampingi Kelompok Tani Mandiri.
Selama ini mereka selalu didampingi mulai dari pengolahan lahan, masa tanam sampai dengan panen serta menjembatani kelompok Tani dengan pemerintah khususnya dalam hal penyuluhan dan ketersediaan pupuk.
"Terima kasih. Dengan dukungan ini, para petani bisa tersenyum lagi di awal tahun 2021. Semoga ke depan dapat terus membaik, banyak suplayer yang bisa bekerja sama. Tentu kami harap juga ada dukungan langsung dari pemerintah daerah," ujarnya.
Selain manfaat dengan kandungan gizinya, tananman tanaman jenis hortikultura mempunyai nilai jual yang bagus di pasaran Timika. Hal tersebut yang mendorong sebagian besar para petani di Timika memilih tanaman holtikultura sebagai tanaman utama sepanjang tahun.
Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya pun mengapresiasi para petani yang telah membantu program pemerintah dalam penyediaan kebutuhan masyarakat terlebih dalam situasi pandemi covid 19 saat ini.
Kendati demikian, pasca panen, kata Dandim, perlu ada tindak lanjut untuk meneruskan hasil panen ke pasaran.
"Ini menjawab kebutuhan pangan kota Timika. Kita sudah melihat hasilnya secara langsung, sangat baik. Namun setelah ini, para petani harus bisa dihubungkan dengan suplayer lokal yang ada. Karena setelah diproduksi banyak, siapa yang menampung? Terus dilempar kemana? Tentu ini semua butuh peran dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian," ujarnya.
Terkait hal tersebut, pimpinan Usaha Bersama AAJ, Elias Wanmang menilai, pembinaan kelompok Tani Mandiri oleh Kodim 1710 Mimika sudah terbukti mengahasilkan pangan berkualitas dengan kuantitas banyak.
Ia berharap adanya kerja sama semua pihak termasuk perusahaan PT Freeport Indonesia maupun Pangan Sari Utama untuk dapat berpartisipasi mendukung perkembangan petani lokal.
"Kepada PTFI dan PSU, sudah harus tahu bahwa ada pengusaha Papua. Persoalan kuantitas dan kualitas sudah terjawab. Mari kita saling kerja sama membantu mengisi kekurangan," harapnya. (Salmawati Bakri)