Kelurahan Kebun Sirih Jadi Pilot Project Kebersihan Lingkungan
Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Mimika menunjuk Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru sebagai pilot project kebersihan lingkungan di Kabupaten Mimika.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengajukan alasan, di Kebun Sirih sampah masih dibuang tidak teratur, bahkan sungai pun menjadi tempat pembuangan sampah, warga juga masih banyak yang membuang sampah di median jalan.
"Batas waktu tiga bulan yah, kalau Kebun Sirih bisa bersih, indah nanti kita akan kasih apresiasi. Kemudian buat yang lain juga nanti akan kita berikan apresiasi kalau bisa menjaga lingkungan tetap bersih," katanya dalam sosialisasi pengelolaan sampah di Gedung Bobaigo, Senin (19/4/2021).
Dalam hal pengelolaan sampah, Mimika sebetulnya sudah punya regulasi. Ada Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan yang terbaru, Instruksi Bupati nomor 6 tahun 2021 tentang Kebersihan Kota.
Namun meski sudah diberlakukan cukup lama, Perda itu hanya seperti macan kertas, garang di teks, melempem di penerapan.
"Makanya hari ini kita sosialisasi bapak ibu pulang lakukan sosialisasi lagi kepada masyarakat. Tahun ini kita akan sambut dua kegiatan besar ada PON yang dihadiri seluruh Indonesia. Ada Pesparawi yang dihadiri oleh seluru kabupaten kota di Papua maka dari itu kebersihan harus kita perhatikan," katanya.
Buruknya pengelolaan sampah punya dampak panjang. Dampak langsungnya adalah wajah kota yang kotor dan jadi sumber penyakit.
Lambat laun, sampah menumpuk di selokan dan sungai. Tiba musim penghujan, air meluap menggenangi pemukiman warga, banjir.
Ketika itu terjadi, kata Wabup, warga lalu mempersalahkan pemerintah melulu. Seolah-olah, soal sampah hanya urusan pemerintah.
"Kesadaran akan kebersihan lingkungan itu tanggungjawab bersama, kemudian untuk RT, lurah, Kadistrik harus lihat itu. Jangan Bupati dan Wabup lagi disalahkan. Sebenarnya yang salah pemerintah atau masyarakat? Masyarakat yang buang sampah sembarangan. Saya sedih sebenarnya, coba kita kerja sama dari hati betul betul untuk pelayanan. Buka hati jangan masa bodoh," tegasnya. (Fachruddin Aji)