KemenHAM Tugaskan Tim Temui Keluarga Korban Penembakan di Intan Jaya
Wakil Menteri HAM Mugiyanto memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Wakil Menteri HAM Mugiyanto memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Papua60detik - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menugaskan tim untuk memfasilitasi pemulihan keluarga ibu hamil bernama Melkiana Duwitau yang meninggal dunia akibat tertembak saat berada di dalam rumahnya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengatakan bahwa tim akan berkunjung ke rumah keluarga korban untuk melakukan identifikasi hal-hal yang dibutuhkan.

“Kami mengupayakan untuk turun bertemu dengan keluarga korban untuk memastikan negara hadir. Jadi kami akan mengidentifikasi kebutuhannya apa,” kata Mugiyanto di Jakarta, Selasa (7/7/2026) seperti dilansir ANTARA.

Menurut dia, kebutuhan awal yang dibutuhkan oleh keluarga korban adalah dukungan psikologis.

“Yang kami bayangkan kebutuhan penguatan psikologis itu biasanya diperlukan, dan juga hal-hal yang bersifat mendesak,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, KemenHAM akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam upaya pemulihan dan penanganan persoalan di Papua sebagai pertanggungjawaban pemerintah.

Mugiyanto menegaskan bahwa hak asasi manusia harus dipahami secara komprehensif, karena tidak hanya berkaitan dengan hak sipil dan politik, tetapi juga mencakup hak-hak ekonomi, sosial dan budaya, seperti hak atas kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan perumahan.

“Itu semua menjadi tantangan besar di Papua. Kami ingin pastikan semua bisa terpenuhi. Semua dapat diwujudkan ketika terdapat keamanan dan situasi yang kondusif sehingga masyarakat dapat bersekolah, memperoleh layanan kesehatan, serta menjalani aktivitas sebagaimana mestinya,” kata Mugiyanto.

Sebelumnya, Komnas HAM menghimpun informasi awal terkait kontak senjata antara aparat keamanan dari Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (2/7/2026) malam.

Dalam peristiwa tersebut, seorang perempuan bernama Melkiana Duwitau yang sedang mengandung tujuh hingga delapan bulan meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya setelah terkena peluru saat berada di rumahnya. (Redaksi)