Kepala OPD Diminta Data ASN Yang Belum Divaksin
Assisten I Kabupaten Mimika, Yuluanus Sasarari disuntik vaksin covid-19. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Assisten I Kabupaten Mimika, Yuluanus Sasarari disuntik vaksin covid-19. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Assisten I Setda Mimika Yulianus Sasarari meminta setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendata ASN yang belum vaksinasi covid-18

"Kalau data sesungguhnya itu saya tidak tahu pasti jumlahnya (ASN yang belum divaksin) berapa, tapi evaluasi kemarin pak Bupati sampaikan, ada beberapa ASN di pusat pemerintahan maupun di luar lingkupnya, ada yang belum divaksin. Atas perintah itu kemarin (Jumat) dari Dinkes melaksanakan vaksinasi di Puspem," katanya saat ditemui wartawan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimik, Senin (23/8/2021).

Satu-satunya cara memastikan jumlah atau persentase ASN yang sudah divaksin adalah pendataan di OPD masing-masing.

Menurut Sasarari, ASB penting mengikuti vaksinasi karena sebagai abdi negara, mereka seharusnya jadi contoh bagi warga.

"Kita ini sebagai pemerintah daerah, kita menyampaikan, menyuarakan (vaksinasi) kepada masyarakat, tapi jangan sampai kita sendiri juga, masih ada yang belum divaksin," katanya.

Membuat alasan sendiri, misalnya punya penyakit komorbid juga tak dibenarkan. Layak tidak layaknya seseorang mendapat suntikan vaksinasi harus melewati screening  petugas vaksinasi.

"Kita cuma mengimbau, jangan karena faktor ketakutan atau faktor lain, juga karena masih terpengaruh terhadap apa yang dia lihat di media sosial sehingga membuatnya masih ragu untuk bawa diri, untuk divaksin," Imbuhnya.

Ia mengaku sudah mengikuti vaksinasi dosis kedua dan tidak mengalami Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI) di usianya yang sudah 59 tahun.

"Vaksin pertama saya sama sekali tidak meraskaan apapun, vaksin kedua pun begitu. Saya sehat sampai sekarang, bahkan saya semangat bekerja," tutupnya. (Fachruddin Aji)