Kesaksian Pekerja yang Selamat dari KKB Nduga, Naik Turun Gunung & Makan Ular
Salah satu pekerja bernama Zakarias Behuku alias Ical. Foto: Amma/ Papua60detik
Salah satu pekerja bernama Zakarias Behuku alias Ical. Foto: Amma/ Papua60detik

Papua60detik - Para pekerja bangunan puskesmas dan perumahan medis Distrik Paro, Kabupaten Nduga yang dievakuasi ke Kabupaten Mimika, telah dipulangkan ke rumah masing-masing usai dimintai keterangan petugas di Mapolres Mimika.

Salah satu pekerja bernama Zakarias Behuku alias Ical mengungkap cara mereka bertahan agar bisa selamat dari ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

Ia mengatakan, para pekerja awalnya mendapat informasi dari kontraktor mereka bahwa kelompok bersenjata menyuruh untuk meninggalkan lokasi dalam waktu dua hari.

"Kita juga tidak tahu (alasan untuk meninggalkan tempat).  Kita diancam harus tinggalkan Paro. Jadi kami jalan (pergi-red) hari Senin setelah disampaikan itu oleh kontraktornya kita di Paro," ujar Ical kepada wartawan di media center Polres Mimika, Kamis (9/2/2023).

Para pekerja kemudian dikumpulkan di rumah salah satu pendeta dan memustukan untuk mengungsi ke tempat aman.

Dengan berbekal beras dan mie instan, para pekerja kemudian melakukan perjalanan darat. Mereka berjalan mengikuti kali dan mendaki beberapa gunung.

Stok makanan pun habis. Para pekerja terpaksa harus memakan ular liar dan dimasak seperti prosesi adat bakar batu.

Hingga akhirnya salah satu pekerja berhasil mencapai gunung tertinggi dan mendapat jaringan telekomunikasi.

"Masyarakat lima orang antar kita. Mereka selama ini baik saja. Kita makan beras yang sudah kita bagi-bagi. Kita harapkan hujan untuk masak itu. Setelah itu makan mie mentah dan makan ular. Itu pertama kali saya makan ular," ujarnya.

"Kami menyebrang kali terus sampai gunung. Istirahat di situ sampai hari Selasa. Dari atas kita lihat pesawat Susi Air. Jadi kita turun jalan lagi. Tapi ternyata dibakar. Jadi kita bermalam di kaki gunung. Sementara ada satu orang naik ke gunung paling tinggi dan dapat jaringan'" ujarnya. (Amma)