Kogabwilhan III Sita 47 Senjata Api pada Operasi Semester I 2026
Konferensi pers Kogabwilhan III, Senin 6 Juli 2026 di Makogabwilhan III Timika. Foto: Istimewa
Konferensi pers Kogabwilhan III, Senin 6 Juli 2026 di Makogabwilhan III Timika. Foto: Istimewa

Papua60detik – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, memaparkan hasil operasi semester I Tahun 2026 yang dilaksanakan di delapan provinsi wilayah kerjanya. 

Operasi tersebut mengungkap berbagai kasus penyelundupan senjata api, narkotika, hingga aktivitas ilegal di wilayah darat, laut, dan udara.

"Ini merupakan bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus pertanggungjawaban kami dalam pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara," ujar Lucky pada konferensi pers di Timika, Senin (6/7/2026).

Di wilayah laut, TNI mengungkap berbagai aktivitas ilegal yang memanfaatkan jalur perairan sebagai sarana distribusi. Temuan tersebut meliputi penyelundupan senjata api yang diduga akan dipasok kepada kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), praktik ilegal ship-to-ship transfer bahan bakar minyak (BBM), penyelundupan satwa dilindungi, hasil kelautan, narkotika, serta 24 kasus peredaran minuman keras ilegal.

Sementara itu, pengamanan wilayah udara berhasil menggagalkan sejumlah pelanggaran yang dilakukan pesawat asing maupun pesawat tanpa izin yang memasuki wilayah udara Indonesia.

Di wilayah darat, khususnya kawasan perbatasan, TNI menemukan hampir 3.000 batang tanaman ganja. Aparat juga menyita 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin yang telah dimodifikasi sehingga dapat menggunakan amunisi tajam, sekitar 800 butir amunisi berbagai kaliber, senjata tradisional, alat komunikasi, uang tunai sekitar Rp36 juta, serta berbagai perlengkapan lain yang disebut digunakan oleh kelompok OPM.

Menurut Lucky, keberhasilan operasi juga mencakup penerimaan penyerahan sejumlah senjata rakitan maupun senjata standar di wilayah Kodam XV/Pattimura, Maluku.

Ia menegaskan, capaian tersebut mencerminkan komitmen TNI dalam menjaga keamanan di wilayah timur Indonesia.

"Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah darat, laut, maupun udara, memperkuat kerja sama dengan instansi terkait, serta menutup seluruh celah yang dimanfaatkan jaringan kriminal maupun kelompok bersenjata yang mengancam masyarakat sipil," katanya.

Menanggapi pertanyaan mengenai tindak lanjut penyelundupan senjata api, Lucky mengatakan TNI menduga senjata yang diamankan berasal dari jalur luar maupun dalam negeri. Karena itu, pengawasan di jalur perairan akan terus diperketat.

"Ada indikasi masuknya senjata berasal dari luar maupun dari dalam. Ini menjadi perhatian kami. Kami akan terus melakukan penyekatan karena satu butir amunisi saja bisa menimbulkan korban jiwa," ujarnya.

Ia menambahkan, TNI juga akan terus memperkuat kehadiran aparat di daerah-daerah yang masih minim pelayanan negara. Langkah tersebut, menurutnya, bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan pelayanan pemerintah dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

"Kami ingin masyarakat merasa aman, terlindungi, dan mendapatkan pelayanan yang baik sehingga lahir generasi penerus yang menjadi pemimpin masa depan Papua," pungkasnya. (Eka)