Komunitas Lapak Baca Jalanan Timika Ajak Warga Tak Tinggalkan Buku di Era Digital
Thomas Bagubau saat menjaga stand buku di salah satu kegiatan, foto; Martha/Papua60detik
Thomas Bagubau saat menjaga stand buku di salah satu kegiatan, foto; Martha/Papua60detik

Papua60detik - Pada hari Buku Nasional yang jatuh pada hari ini, Sabtu (17/05/2024), Komunitas Lapak Baca Jalanan Kota Timika mengajak tidak meninggalkan buku. 

Koordinator Umum Komunitas Buku Jalanan Kota Timika, Thomas Bagubau.memgaku mendirikan komunitas ini untuk meningkatkan minat baca buku di masyarakat, khususnya di era digital. 

"Kami lihat kesadaran membaca masih kurang, apalagi di Timika ini. Makanya, kami buat komunitas membaca untuk menggerakkan teman-teman agar datang singgah di lapak baca yang kami buat," kata Thomas saat diwawancarai. 

Di era digital, kata Thomas, banyak generasi yang sudah mulai meninggalkan buku dan beralih ke media sosial untuk mencari informasi dan pengetahuan.

Menurutnya, membaca buku sudah seperti kegiatan langka yang dijumpai. Bisa jadi karena susahnya akses atau tempat membaca yang nyaman. Oleh karena itu, Komunitas Lapak Baca Jalanan Kota Timika, bergerak layaknya perpustakaan keliling mendekatkan diri dan mempermudah masyarakat mendapatkan buku. 

"Kami berharap dengan adanya komunitas ini bisa menggerakkan hati teman-teman. Tanpa membaca hidup dalam ketidaktahuan dan ketakutan. Buku adalah indra dunia. Tetapi kalau tidak dibaca, untuk apa? Kita mau kasih tahu kalau membaca itu bukan hanya hiburan, tetapi membantu kita dalam berpikir," katanya. 

Thomas mengatakan, mereka biasanya gelar lapak baca setiap hari Sabtu dan Minggu sore di bandara lama dan malamnya di Petrosea. Sering juga membuat pojok baca buku di beberapa kegiatan. 

Komunitas ini sudah bergerak selama 7,5 tahun dengan beberapa anggota yang berinisiatif menyediakan buku. Buku-buku yang tersedia juga berasal dari donasi beberapa sukarelawan. 

Komunitas ini berprinsip membangun minat baca bukan hanya di kota melainkan di pesisir dan pegunungan. Namun, dalam beberapa hal, seringkali terkendala dengan pendanaan apalagi harus menyediakan dan mengirimkan buku ke pedalaman. (Martha)