Kondisi Jalan ke Kampung Lokal Semangga Memprihatinkan
Kondisi jalan ke Kampung Lokal Semangga.Foto: Eman Riberu/ Papua60detik
Kondisi jalan ke Kampung Lokal Semangga.Foto: Eman Riberu/ Papua60detik

Papua60detik - Akses jalan ke sejumlah kampung lokal atau yang didiami warga asli Papua di wilayah Distrik Semangga, Kabupaten Merauke sungguh memprihatinkan. 

Kondisi memprihatinkan ini dapat ditemui jika kita ke Kampung Urumb atau ke Waninggap Nanggo maupun ke Matara. Kendaraan roda empat dan dua cukup kesulitan melewati jalan itu, karena rusak parah. 

Di kala musim hujan, ruas jalan tersebut digenangi air dan berlumpur, sebab telah berlubang. Selain itu, ada beberapa titik yang tidak diaspal. 

Padahal jika dilihat, jarak tiga kampung ini dengan Kota Merauke berkisar 18-20 kilometer. Waktu normal untuk mencapainya sekitar 27 menit dengan kendaraan bermotor. 

Akibat kondisi jalan yang memprihatinkan ini, pernah terjadi sebuah insiden, di mana seorang ibu hamil melahirkan di jalan rusak itu sebelum mencapai Puskesmas setempat. 

"Kami sudah malas berteriak soal jalan ini. Dari tahun ke tahun tidak ada perubahan," celetuk warga Urumb, Evemia Gesaur, Selasa (1/3/2022).

Sementara Kepala Kampung Urumb, Godefridus Samale Mahuze mengatakan jalan ke tiga kampung itu mulai rusak parah di 2021 lalu. Mereka telah mengusulkan perbaikan jalan dalam kegiatan musrenbang, tapi belum ada kepastiannya. 

"Baik lewat musrenbang kampung maupun musrenbang distrik. Apa usulan ini diteruskan atau tidak di tingkat kabupaten, kami tidak tahu lagi," kata Godefridus. 

Ia menambahkan, bagi ketiga kampung setempat, perbaikan jalan tersebut merupakan hal prioritas, karena jalan itu satu-satunya akses darat menuju Kota Merauke. 

"Pernah ada warga kami yang melahirkan di jalan rusak itu ketika akan diantar ke Puskesmas. Jadi kalau bisa pemkab perhatikan jalan ini," imbuhnya. (Eman Riberu)