Kopi dari Intan Jaya Butuh Sentuhan Pemerintah
Papua60detik - Lutianus Weya, seorang petani kopi asal Kampung Tausiga, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah meminta perhatian pemerintah dalam usaha kopi yang ditekuninya.
Lutianus Weya memproduksi kopi Arabika bersama keluarga dari kebunnya seluas 3 hektare. Sekali panen, biasanya mendapatkan hasil 90 kilogram biji kopi yang kemudian dijemur hingga masuk proses penggilingan.
Semua itu dia lakukan dengan cara masih tradisional. Letianus akan melakukan penggilingan dengan cara ditumbuk dengan lumpang dan alu (alat tradisional untuk menumbuk kopi). Jopi yang telah ditumbuk, kemudian diayak untuk hasil yang lebih maksimal dengan tekstur yang lembut.
Letianus mengaku, dia menjalankan itu sejak 2013 silam, hingga sekarang perjuangan itu masih terus dilakukan sebagai pelaku UMKM.
"Pemerintah tolong bantu, usaha ini sudah lama, tetapi pasarannya belum meluas," ujarnya, Sabtu (19/7/2025).
Katanya, pasaran kopi yang diproduksi belum menyentuh hingga ke luar Papua, masih berada di dalam Papua.
Kepada pemerintah Intan Jaya, ia meminta dukungan penuh, agar tetap eksis terutama bagi pelaku UMKM dan produk rumahan seperti dirinya. (Eka)