Korban Tewas Akibat Ledakan Bom di Biak Bertambah Jadi Enam Orang
Papua60detik - Korban meninggal dunia akibat ledakan bom diduga peninggalan perang dunia II di Biak pada Minggu 31 Mei 2026, bertambah menjadi enam orang.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, bertambahnya jumlah korban ledakan bom itu setelah seorang korban bernama Mina Puadi meninggal dunia pada Selasa ,(2/6/2026) dini hari.
Awalnya korban yang mengalami luka ringan mengeluh tentang kondisinya. Setelah diperiksa secara intensif oleh dokter di RSUD Biak, korban kemudian menjalani rawat inap, namun pada Selasa dini hari ia dilaporkan meninggal dunia.
"Dengan meninggalnya Mina maka saat ini tercatat enam orang yang menjadi korban ledakan bom peninggalan perang dunia II di Biak," kata Cahyo Sukarnito di Jayapura seperti dikutip dari ANTARA.
Sedangkan lima korban meninggal yang tercatat sebelumnya, yaitu Deflin Raubaba, Moris Raubaba, Karmila Ayorbaba, Israel Raubaba dan Isril Raubaba.
Ia mengatakan dari laporan yang diterima, tercatat 19 orang yang mengalami luka-luka dalam peristiwa itu, termasuk almarhum Mina Puadi.
Bom yang meledak di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor itu juga mengakibatkan tiga orang hilang.
Tiga orang yang dilaporkan hilang, yakni Yulianus Raubaba, Lae Madura dan Abis Marandof.
Pencarian terhadap tiga orang itu masih terus dilakukan tim SAR gabungan, namun pencarian dilakukan di pinggir pantai atau lini luar dari tempat kejadian perkara (TKP).
TKP belum dapat dimasuki karena tim penjinak bom Polda Papua masih melakukan sterilisasi guna mengamankan kawasan itu dari bahan peledak.
"Setelah dinyatakan aman, tim labfor Polda Papua akan melakukan olah TKP," kata Cahyo. (Redaksi)