Kunjungi Waa Banti, Darwin Rombe Tekankan Pemulihan Akses Masyarakat
Darwin Rombe saat kunker ke Kamoung Waa Banti, Distrik Tembagapura, Kamis (21/5/2026). Foto: Istimewa
Darwin Rombe saat kunker ke Kamoung Waa Banti, Distrik Tembagapura, Kamis (21/5/2026). Foto: Istimewa

Papua60Detik — Anggota Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan DPRK Mimika, Darwin Rombe, menegaskan bahwa penanganan dampak banjir dan longsor di Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, harus menjadi perhatian bersama demi memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar dengan baik.

Hal itu disampaikan Darwin saat mengikuti kunjungan kerja Pansus Kemanusiaan DPRK Mimika ke Kampung Waa Banti, Kamis (21/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat pasca bencana alam yang menyebabkan terganggunya akses jalan dan aktivitas warga.

Menurut Darwin, banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama pada akses transportasi dan distribusi kebutuhan dasar warga.

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi masyarakat di Waa Banti setelah bencana alam ini terjadi. Yang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap mendapat pelayanan dasar dan aktivitas warga bisa kembali berjalan normal,” ujar Darwin Rombe.

Ia mengatakan, putusnya akses jalan sempat menyulitkan masyarakat dalam melakukan aktivitas. Namun, upaya penanganan terus dilakukan agar akses masyarakat dapat kembali terbuka.

Dalam proses penanganan tersebut, PT Freeport Indonesia langsung membantu dengan menurunkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang terdampak longsor sehingga mobilitas masyarakat dan pelayanan dasar dapat kembali berjalan.

“Bencana alam ini tentu menjadi perhatian bersama. Kami berharap proses penanganan dan pemulihan akses dapat berjalan maksimal sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan berkepanjangan,” katanya.

Darwin juga mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak, termasuk PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika, yang turut membantu membuka kembali akses jalan masyarakat terdampak longsor.

“Kami melihat ada upaya cepat di lapangan untuk membantu masyarakat. Ini menjadi bentuk kepedulian bersama agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tambahnya.

Rombongan Pansus dipimpin Ketua Pansus Kemanusiaan DPRK Mimika, Anton N. Alom, didampingi Wakil Ketua Luther Beanal, Sekretaris Amons Jamang, serta anggota Ester Rika Komber, Adolf Omaleng, dan Darwin Rombe. Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Ketua III DPRK Mimika, Ester Tsenawatme.

Sementara itu, tokoh masyarakat Waa Banti, Obed Natkime, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Pansus yang turun langsung melihat kondisi masyarakat pasca bencana.

“Kami bersyukur karena aspirasi masyarakat mendapat perhatian dan tim Pansus bisa datang langsung melihat kondisi di kampung kami,” ujarnya.

Darwin menegaskan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen DPRK Mimika untuk terus mengawal penanganan dampak bencana alam dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Kehadiran kami di sini untuk mendengar langsung masyarakat dan memastikan kondisi di lapangan dapat menjadi perhatian bersama demi kepentingan masyarakat Waa Banti,” tutup Darwin. (Joe Situmorang)