Kunker Komisi IV ke Kwamki Narama: Perkuat Sinergi Pembangunan Kampung ke Kota
Papua60detik – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Distrik Kwamki Narama, Jumat (9/5/2025).
Rombongan anggota dewan disambut hangat oleh Kepala Distrik Kwamki Narama, Yulius Hagabal, beserta jajaran aparatur distrik.
Baca Juga: RSUD Mimika Bakal Tambah Gedung Baru
Kunjungan ini dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRK Mimika Elinus Balinol Mom, bersama anggota komisi yakni Darwin Rombe, Abrian Katagame, Amos Jamang, dan Simson Gujangge.
“Hari ini kita mengucap syukur bisa berada di Distrik Kwamki Narama dalam rangka kunjungan kerja DPRK Mimika. Ini adalah bagian dari pelaksanaan fungsi kontrol dan pengawasan kami sebagai wakil rakyat,” ujar Elinus Balinol Mom.
Ia menekankan pentingnya Kwamki Narama sebagai salah satu distrik yang mayoritas penduduknya merupakan Orang Asli Papua (OAP), sehingga menjadi fokus utama dalam pemerataan dan keberlanjutan pembangunan.
“Kami di Komisi IV lebih fokus pada pembangunan infrastruktur. Sekarang Kwamki Narama sudah maju, dan kami berharap ke depan akan semakin maju lagi,” tambahnya.
Kepala Distrik Kwamki Narama, Yulius Hagabal, menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan di wilayahnya.
“Kami di Kwamki Narama sangat mendukung pembangunan. Kami dan masyarakat siap menerima dan mengawal pembangunan, karena ini tanah adat kami dan sudah ada kesepakatan bersama tokoh-tokoh masyarakat,” ujar Yulius.
Apresiasi juga disampaikan oleh Anggota DPRK Abrian Katagame terhadap kinerja Kepala Distrik selama masa kepemimpinannya.
“Kami melihat selama kepemimpinan Bapak Kadistrik, situasi Kwamki Narama relatif lebih aman. Ini tentu menjadi modal penting dalam membangun daerah,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRK, aparat distrik, dan tokoh masyarakat.
“Sinergi sangat penting, terutama dalam mendukung visi-misi Bupati Mimika yakni pembangunan dari kampung ke kota. Kita bisa memulainya dari sini, dari Kwamki Narama, dengan berpihak kepada masyarakat asli Papua,” tambah Abrian. (Faris)