Lagi, Seorang Tukang Ojek Ditembak Mati di Puncak Papua
Papua60detik - Situasi kekerasan bersenjata di Kabupaten Puncak tak kunjung mereda. Rabu (14/4/2021), seorang tukang ojek bernama Udin dilaporkan ditembak mati di Kampung Eromaga Kabupaten Puncak. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.59 WIT.
Tim gabungan TNI-Polri mengevakuasi korban ke Puskesmas Ilaga sekitar pukul 14.35 WIT untuk Visum Et Repertum.
Udin tewas dengan luka tembak pada bagian samping kanan kepala tembus pipi kanan dan di bagian dada kanan tembus pinggang sebelah kiri.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyebut, pelaku penembakan merupakan anggota KKB pimpinan Legakak Telenggen.
"Korban ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata pada saat perjalanan pulang ke Kota Ilaga setelah mengantar penumpangnya dari pedalaman," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dalam rilis tertulis, Rabu sore.
Ia mengatakan, akan menindak tegas kelompok bersenjata tersebut agar tidak terjadi lagi kasus serupa.
"Saat ini personil gabungan masih melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata," katanya.
Masyarakat di Kota Ilaga diimbau membatasi aktivitas dan tidak keluar dari Kota Ilaga guna mengantisipasi kejadian serupa.
Tensi situasi keamanan di Kabupaten Ilaga memanas belakangan. Tiga masyarakat sipil meninggal dunia karena kekerasan bersenjata.
Kamis (8/4/2021), seorang guru SD Inpres Kemalbet Jambul Distrik Beoga Kabupaten Puncak bernama Oktovianus Roya ditembak saat menjaga kiosnya.
Esok harinya, Jumat (9/4/2021) penembakan kembali terjadi di Distrik Beoga. Guru SMP Negeri 1 Julukpma, Yonatan Renden tewas ditembak.
Gedung sekolah dan perumahan guru di Beoga pun turut dibakar. Sementara di bandara Aminggaru Ilaga, helikopter milik PT Ersa Air yang sedang dalam perbaikan juga sempat dibakar.
Penembakan Udin menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua dengan korban dari masyarakat sipil. (Salmawati Bakri)