Leonardus Tumuka: Guru Pilar Utama Tingkatkan Minat Anak Belajar Eksakta
Kegiatan belajar mengajar di SATP Timika. Foto: Joe Situmorang/ Papua60Detik
Kegiatan belajar mengajar di SATP Timika. Foto: Joe Situmorang/ Papua60Detik

Papua60Detik-Sebagai organasasi pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, YPMAK terus melakukan berbagai upaya penguatan kapasitas  dan  kualitas pendidikan, kepada putra-putri Amungme dan Kamoro, termasuk lima suku kekerabatan di Mimika dalam bidang ilmu eksakta. 

Di tahun 2025, YPMAK mulai memberikan beasiswa prestasi kepada putra-putri Amor yang lulus masuk perguruan tinggi negeri.

“Saya minta para guru eksakta mendukung dengan memberikan teknik belajar yang menarik dan menyenangkan, karena hingga hari ini, mata pelajaran eksakta, seperti matematika, fisika, dan kimia, masih dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan, sulit, dan membosankan,” kata Ketua Pengurus YPMAK, Dr.Leonardus Tumuka, Senin (4/08/2025).

Leo menuturkan, fakta ini tentunya menuntut para guru membuat terobosan baru guna meghapus citra buruk yang melekat pada pelajaran tersebut dimata siswa. 

“Mengingat selama ini beberapa metode yang dipakai dalam pembelajaran sain bukannya membuat siswa lebih tertarik, tapi malah membuat mereka kian bosan mempelajari sains,” ungkap Leo.

Leo mengatakan, pada dasarnya, semua mata pelajaran baik sains maupun non sains tidak punya metode khusus, semua metode bisa diterapkan. Yang terpenting, seorang guru harus paham kapan dan dalam kondisi bagaimana metode itu digunakan. 

Menurutnya, penggunaan metode yang bervariasi akan sangat membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. 

“Yang lebih penting lagi, setiap metode itu tidak bisa berdiri sendiri tanpa melibatkan metode lain. Ada banyak metode yang bisa digunakan, mulai dari metode ceramah, ekspositori, tanya jawab, latihan, demontrasi, eksperimen,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mempercepat siswa memahami substansi setiap materi pelajaran eksakta, guru perlu memodifikasi metode-metode yang telah ada, penting sekali adalah sentuhan kreatifitas, misalnya dalam pelajaran matematika, ada metode gasing (gampang, asyik, dan menyenangkan) ada metode drama, kumon dan Paikem, agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

"Tahun ini, puluhan putra-putri Amungme dan Kamoro, telah lulus  dan masuk perguruan tinggi negeri maka kami minta dukungan semua guru eksak di Mimika, tahap awal kami akan mulai dengan guru kontrak kerjasama  dengan YPPK Tellemans, karena sehebat apapun sebuah metode, itu hanya cara, keberhasilan utama ditentukan dari seberapa besar kreatifitas guru memancing kecintaan siswa pada eksakta,” ujar Leo. 

YPMAK tengah melakukan berbagai upaya, mendukung pemerintah Kabupaten Mimika meningkatan kualitas pendidikan, salah satu-nya dengan memberikan beasiswa prestasi kepada putra/i Amungme dan Kamoro. 

Sebanyak 86 putra-putri Amungme dan Kamiro lulus masuk perguruan tinggi negeri tahun 2025 ini, sementara 46 sisanya merupakan anak asli Papua. (Joe Situmorang)