Lulus TAS-1, Mimika Menuju Bebas Penyakit Kaki Gajah
Papua60detik - Kabupaten Mimika dinyatakan lulus TAS 1 (Transmission Assessment Survey 1) dalam penanggulangan filariasis atau penyakit kaki gajah.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Kamaludin menjelaskan, penilaian itu dilakukan oleh Kemenkes setelah sebelumnya Kabupaten Mimika dinyatakan memenuhi syarat dalam Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis. Setelah POPM, dilanjutkan dengan Pre TAS untuk memastikan status bebas penyakit tersebut.
Baca Juga: RSUD Mimika Tambah Ruang Rawat Inap
"Tahun 2024 kemarin, itu kita dinyatakan memenuhi syarat, POPM-nya sudah oke, kemudian kita dilakukan pre transmission assesment survey untuk menilai transmisi penularan filariasis," ujar Kamaludin saat diwawancarai.
Adapun spot check dan sentinel dilakukan di Limau Asri Barat, Limau Asli Timur dan Koperapoka.
Kata Kamaludin, tahun 2024 Mimika lulus Pre TAS dan tahun 2025 dilanjutkan ke tahap TAS 1 terhadap 3.000 orang.
TAS-1 telah dilakukan di 30 lokasi dan Mimika dinyatakan lulus karena berada di bawah ambang nilai, yaitu dari 3.000 orang yang survey tidak boleh terdapat lebih dari 6 kasus. Update terakhir, di Mimika hanya ada satu warga yang positif yaitu di Distrik Jita.
Selanjutnya, pada tahun tahun 2027 nanti, Kemenkes akan menilai lagi untuk TAS-2 lalu lanjut ke TAS-3.
"Kemarin itu ada 1 yang positif di Jita, kita sudah memberikan obat pencegahannya . Nanti, kalau dinilai TAS-2 nya dan TAS-3 kita lulus, maka Mimika itu bisa mendapatkan sertifikat bebas filariasis," tambahnya.
Ia mengatakan meskipun lulus TAS-1, bukan berarti Kabupaten Mimika sudah bebas filariasis. Dinas Kesehatan masih harus terus melakukan survey dan mengambil sampel dan melakukan pencegahan. Sebab penyakit kaki gajah ini ditularkan oleh semua nyamuk. Berbeda dengan maralia dan DBD yang ditularkan oleh nyamuk tertentu.
"Kalau kaki gajah itu, semua nyamuk bisa membawa filariasis. Cara pencegahannya adalah POPM. Semua orang harus minum itu, kemudian menghindari gigitan nyamuk. Tapi karena nyamuk susah kita kontrol berarti kita harus minum obat," pungkasnya. (Martha)