Mahasiswa di Nabire Mimbar Bebas Serukan Papua Darurat Kemanusiaan & Investasi
Solidaritas pelajar dan mahasiswa Papua Tengah di Nabire mengelar aksi mimbar bebas. Foto : Elia Douw/Papua60detik
Solidaritas pelajar dan mahasiswa Papua Tengah di Nabire mengelar aksi mimbar bebas. Foto : Elia Douw/Papua60detik

Papua60detik - Solidaritas pelajar dan mahasiswa Papua Tengah di Nabire menggelar aksi mimbar bebas, Jumat (5/6/2026) pagi. Mereka menyerukan Papua yang dalam situasi darurat kemanusiaan dan investasi.

Sesuai pantauan media ini, peserta mulai berorasi sejak pukul 7.00 WIT. Mereka membentangkan spanduk dan poster bertuliskan sikap dan tuntutan, seperti tolak tambang rakyat di Provinsi Papua Tengah, tanah adalah mama kami, Papua bukan tanah kosong,

Poater lain bertuliskan, usir para babi Jakarta, pesta babi bukan tentang hewan tapi tentang keserakahan manusia, stop kriminalisasi Dandy Laksono sutradara Film Pesta Babi dan Teddy Wakum pengacara LBH Merauke, hak menentukan nasib sendiri sebagai  solusi paling demokratis.

Dalam orasinya, Ladekin menyoroti masuknya investasi di tanah Papua untuk menghancurkan alam dan lingkungan serta membawa dampak buruk bagi manusia Papua. 

"Air-air yang mengalir di sungai serta flora dan fauna akan hilang akibat eksploitasi tambang," serunya. 

Ia mendesak Komnas HAM segera usut tuntas pelanggaran HAM di Dogiyai, Puncak Jaya, dan Puncak serta seluruh Tanah Papua. 

"Kepada mahasiswa dan rakyat Papua mari menyuarakan hak-hak kehidupan kita tentang tanah adat, hutan dan hak hidup yang di ampas oleh babi-babi jakarta," ajaknya. 

Menurutnya, eksploitasi yang tejadi di Merauke adalah contoh bagaimana negara dan korporasi memusnahkan dan menghabisi hutan di Tanah Papua. (Elia Douw)