Mahasiswa: DPRD Merauke Tidak Berikan Bukti Serius Selesaikan Soal BBM
Ratusan massa dari aliansi mahasiswa Merauke berunjuk rasa di halaman Kantor DPRD, Senin (12/9/2022). Foto: Ami/ Papua60detik
Ratusan massa dari aliansi mahasiswa Merauke berunjuk rasa di halaman Kantor DPRD, Senin (12/9/2022). Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Merauke berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Kantor DPRD, Senin (12/9/2022).

Massa star di Lingkaran Brawijaya sejak pukul 10.00 WIT  dan melakukan long march menuju Kantor DPRD. 

Massa tiba di gedung DPR dengan pengawalan yang ketat pihak Polres Merauke. 

Setelah bertemu dengan Ketua DPRD dan anggota, perwakilan massa diperbolehkan masuk ke ruang rapat.

Juru bicara Aliansi Mahasiswa Merauke, Kartang mengatakan, unjuk rasa ini merupakan aksi kedua menolak kenaikan harga BBM yang  telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Aksi pertama kami telah lakukan tapi tidak ada tindak lanjut jadi kita gelar aksi kedua ini,” ujar Kartang 

Ia mengatakan, sikap mahasiswa jelas, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Dan menurutnya, penerapan BBM subsidi tidak tepat sasaran.

Katanya, DPRD jangan hanya memberikan solusi tapi tidak bisa dijalankan. DPRD jangan hanya mendengar tetapi juga memberikan bukti  kerja sebagaimana RDP.

“Kami menginginkan DPRD membuat pernyataan  sikap bahwa DPRD Merauke menolak kenaikan harga BBM,“  kata Kartang. (Ami)