Masih Terbatas, Obat Malaria Diprioritaskan ke Ibu Hamil
Papua60detik - Dua pekan lalu, Dinas Kesehatan Mimika telah mendapatkan 400 box obat malaria jenis DHP Frimal atau lebih dikenal dengan nama obat biru.
Kadinkes Mimika, Reynold Ubra mengatakan, 400 box tersebut telah didistribusi ke Fasyankes seperti rumah sakit dan Puskesmas.
"Kita bikin kriteria, DHP untuk ibu hamil yang terdiagnosa malaria, supaya penggunaan obat DHP di masa krisis ini benar-benar efektif," kata Reynold, Kamis (7/7/2022).
Sementara bagi penderita malaria dari kelompok lain akan diberikan obat second line, jenis kina.
"Obat kina dalam protokol kesehatan itu sah," katanya
Malaria telah menjadi isu kesehatan utama di Mimika selama bertahun-tahun. Saat ini, Kabupaten Mimika merupakan daerah dengan kasus malaria terbanyak di Papua maupun di tingkat nasional.
Di tahun 2021 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 119.167 kasus aktif dengan rasio 400 kasus per 1.000 orang penduduk.
Dua puluh lima persen di antara para penderita malaria adalah anak-anak dan ibu hamil, yang menyebabkan peningkatan berbagai risiko kesehatan seperti gangguan tumbuh kembang anak dan janin, stunting, keguguran, gangguan kecerdasan dan bahkan kematian.
Dinkes Mimika menuding perilaku tak patuh minum obat warga jadi penyumbang signifikan tingginya angka kasus. Kebutuhan obat DHP berkisar 12.000 sampai 15000 box per bulannya.
"Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau sakit minum obat sampai tuntas," pesan Reynold. (Burhan)