Medan Berat, Aparat Matangkan Rencana Evakuasi Pendulang Korban Pembunuhan di Yahukimo
Papua60detik - Aparat keamanan sedang mempersiapkan evakuasi terhadap pendulang emas, korban pembunuhan oleh TPNPB-OPM di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
"Saat ini ODC (Operasi Damai Cartenz) dan TNI akan melakukan proses evakuasi para korban. Karena medan cukup berat, evakuasi ini harus direncanakan dengan matang," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025 Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kamis (10/4/2025).
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada 6 hingga 7 April 2025 di area pendulangan Lokasi 22 dan Muara Kum Kabupaten Yahukimo.
Juru Bicara OPM, Sebby Sambom mengonfirmasi peristiwa itu. Katanya, pembunuhan itu dilakukan oleh TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalion Yamue dan Batalion WSM yang diperbantukan dari pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma.
Informasi awal, sebanyak 11 pendulang tewas dalam serangan TPNPB-OPM tersebut.
"(Jumlah korban) masih akan kita identifikasi kembali" kata Yusuf.
Ia menyebut saat ini, sebanyak 35 orang pendulang sudah diamankan di Kampung Mabul Distrik Koroway, Kabupaten Asmat.
Pada Rabu pagi, 9 April 2025, sebanyak 12 orang pendulang berhasil menyelamatkan diri menggunakan speed boat tiba di Pelabuhan Logpon, Distrik Dekai.
Selain itu, delapan orang lainnya dilaporkan terpisah dari rombongan dan belum diketahui keberadaannya. Sementara dua warga sipil lainnya diduga masih disandera.
"Kemarin kita berhasil mengevakuasi dua pendulang emas yang berhasil melarikan diri. Saat ini sudah ada di Yahukimo. Dari keterangan dua saksi ini kita bisa merencanakan evakuasi bersama TNI," kata Yusuf. (Burhan)