Menari Bersama Kuda Besi
Anggota  Amungsa Street Boys (ASB) Timika menunjukkan keahliannya menunggangi kuda besi, Foto Marsel Balawanga
Anggota Amungsa Street Boys (ASB) Timika menunjukkan keahliannya menunggangi kuda besi, Foto Marsel Balawanga

Papua60Detik.id - Meliuk-liuk lincah seperti sorang penari mempertontonkan keahliannya mengendalikan kuda besi alias motornya. Ekstrem tapi menarik untuk ditonton.

Itulah kesan pertama saat pertama kali melihat para pecinta olahraga ekstrem freestyle motor menunjukkan keahliannya mengendalikan kuda besi.

Freestyler adalah sebutan bagi pengendara (rider) motor yang punya keahlian mengendarai motor secara ekstrem. Bagi para freestyler, motor sudah seperti kekasihnya yang bisa diajak berdansa dan menari-nari bersama.

Olahraga ekstrem ini dikhususkan bagi raider-raider yang sudah punya pengalaman dan kemampuan mumpuni menunggang kuda besi. Setelah latihan panjang tentu saja.

Selain pengalaman freestyle, seorang raider juga harus dilengkapi dengan perkakas savety standar, misalnya helm, sarung tangan, jaket, sepatu.

Di Kota Timika, Kabupaten Mimika, komunitas freestyle terus berkembang. Salah satu komunitas freestyle yang sudah sangat familiar adalah Amungsa Street Boys (ASB) Timika.

Papua60detik.id berkesempatan berbagi cerita bersama mereka saat sedang melaksanakan latihan ringan di jalan Freeport Lama, Kamis (30/5/2019)

"Komunitas ini didirikan pada tahun 2016. Saat ini anggotanya 12 orang, enam orang raider," kata Ketua ASB, Melky Patjanan.

Komunitas freestyle motor ASB ini rata rata digawangi anak muda Timika berusia sekitar 17 sampai 25 tahun. Mereka punya hobi sama, freestyler motor.  

  Anggota ASB Timika, Foto MArsel Balawanga

"Kalau ada yang mau bergabung dengan komunitas kami silakan saja karena disini kita sama sama belajar," kata Melky.

Tantangan  yang dihadapi  komunitas  freestyler motor di Kota Timika adalah belum adanya  arena  atau tempat khusus berlatih mengembangkan dan menyalurkan  hobi dan bakatnya. Komunitas hobi lain punya masalah serupa.

"Kami berharap agar di tahun 2020 paling tidak ada tempat khusus yang disediakan  untuk anak anak muda di kota Timika mengembangkan minat dan bakatnya," kata Melky.

Soal jam terbang, komunitas ASB maupun anggotanya telah mengikuti kejuaraan baik di Timika maupun diluar Papu."Kalau di Timika event yang terakhir kita ikut itu pada tahun 2017. Saya sendiri juga pernah main di Surabaya," kata Melky


Selain mengasah skill, ASB jadi wadah mereka membangun silaturahmi  dan saling mengingatkan melakukan hal-hal positif.

Di sesi latihan ringan sore itu, para raider ASB dengan lihai menunjukkan berbagai gaya freestyle ekstrem. Menghibur dan memanjakan mata. Beberapa warga pun ikut menonton, sesekali beri tepukan tangan. (Marsel Balawanga)