Mengejar Cuan di Momen Salat Idul Adha
Papua60detik - Sedari pagi, puluhan anak-anak, sebagian orang dewasa sudah melingkar di sekitar Gedung Eme Neme Yauware, Kamis (29/6/3/2023).
Mereka memegang koran dan lembaran plastik, biasanya dari trash bag yang sudah dibagi dua.
Maklum salat Idul Adha dipusatkan di halaman Gedung Eme Neme Yauware. Jamaah selalu butuh alas sajadah. Dan bagi anak-anak ini, itu tentu peluang dapat cuan. Jamaah salat Idul Adha yang datang ditawarinya.
Sebagian menjemput jamaah di Bundaran Timika Indah. Sebagian lagi memilih berjejer di pintu gerbang Gedung Eme Neme. Berdiri di posisi mana yang paling laris, mereka tidak pusing. Rezeki sudah ada yang atur, mungkin begitu pikirnya.
Pemandangan begini bukan hal baru di Timika. Tiap lebaran baik Idul Adha pun Idul Fitri di tempat terbuka, momen singkat itu selalu dimanfaatkan anak-anak jualan alas sajadah.
"Kalau kemarin (Idul Fitri) dapat Rp300 ribu. Uangnya kasih mama," kata Wembi yang duduk di bangku kelas lima sekolah dasar.
Aguwino berbeda. Hasil jualannya buat jajan di sekolah, jadi tak perlu lagi minta di Mama. Sebagian is sisihkan buat buku dan alat tulis.
Buat memulai jalan cari cuan ini modalnya hampir tidak ada. Aguwino mengaku awalnya hanya bermodal Rp5 ribu.
Dan tak perlu khawatirkan isu lingkungan dengan lembaran plastik yang mereka jajakan.
Keseruan muncul saat selesai salat Id. Mereka baka berebut alas sajadah yang ditinggalkan jamaah begitu saja. Mereka melipat, merapikan dan menyimpannya untuk dijual lagi di lebaran berikutnya.
"Nanti selesai salat kami pergi ambil lagi, disimpan di rumah untuk lebaran nanti," katanya. (Faris)