Mengenang Roy Darsono, Jurnalis Korban Kecelakaan di Sota
Papua60detik - Kabar duka menyelimuti kalangan jurnalis di Kabupaten Merauke, Papua.
Stevanus Roy Darsono Rahailyaan atau dikenal Roy, jurnalis di Merauke, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke, Selasa (12/2/2022) sekitar pukul 20.22 WIT.
Baca Juga: Yayasan Amungsa Cares Papua Jalani Visitasi Akreditasi LKS, Perkuat Mutu Pelayanan Sosial
Ia meninggal dunia setelah beberapa jam menjalani perawatan intensif akibat cidera berat di bagian kepala.
Roy merupakan korban kecelakaan tunggal salah satu mobil dari rombongan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang pada Selasa pagi meninjau perbatasan Indonesia - Papua Nugini di Distrik Sota.
Mobil milik POMAD Merauke yang ditumpangi lima orang, termasuk Roy terjungkal di Jalan Trans Papua, tepatnya di kilometer 63, Distrik Sota.
Dikabarkan sebelumnya, Letnan Dua Cpm I Kadek Suhardiyana terlebih dahulu meninggal dunia. Sopir yang merupakan anggota POMAD Merauke, Adi Febrianto Napitupulu, dan Roy Darsono dilaporkan kritis.
Sementara dua penumpang lain, yakni Lorens Bawotong dan Aldo Warayaan, rekan kerja Roy, dilaporkan mengalami cidera ringan.
"Mobilnya tidak berangkat bersamaan dengan rombongan Kasad. Penyebab peristiwa ini masih diselidiki," kata Kepala Penerangan Korem 174/ATW Mayor Inf La Haruni kepada wartawan, Selasa malam.
Jenazah Stevanus Roy Darsono Rahailyaan disemayamkan di rumah duka di Jalan Kampung Timur. Almarhum dimakamkan hari ini, Rabu (13/2/2022) sekitar pukul 16.00 WIT.
Roy Darsono mulai menggeluti profesi jurnalis sekitar 2007 silam. Arafura News, salah satu koran lokal di Merauke, menjadi media pertama almarhum bekerja.
Jurnalis Roy Darsono pernah bekerja di Harian Umum Papua Pos Jayapura dan Merauke TV. Terakhir almarhum menjadi kontribotur Metro TV untuk wilayah Merauke. Ia juga pernah bertugas di Kabupaten Mappi dan Boven Digul.
Semasa hidup, Roy Darsono dikenal sebagai jurnalis yang ramah, supel dan rendah hati di kalangan wartawan Merauke. Ia memiliki ide-ide cemerlang dan sering berbagi pengalaman dalam berbagai kesempatan diskusi.
Almarhum juga terlibat aktif dalam organisasi gereja setempat, bahkan terpilih menjadi Ketua MIT Gereja Katedral Merauke.
Roy lahir di Merauke pada 3 September 1981. Ia meninggalkan sang istri Winda Pasongli, dan dua anaknya yakni Gracia Novelia Rahailyaan (5 tahun) dan Satrio Mikhael Rahailyaan (3 tahun). (Eman Riberu)