Mengintip Persiapan Bidang Kesehatan Klaster Mimika Hadapi PON
Papua60detik - Memastikan tak timbul masalah kesehatan, Bidang Kesehatan PB PON XX Papua Klaster Mimika memantapkan persiapan.
Sudah ada lima divisi yang dibentuk. Pertama, divisi surveilans, pengendalian payakit, malaria, dan penanganan covid-19. Kedua, divisi food security beranggotakan KKP, Loka POM dan Dinkes Mimika. Ketiga, pelayanan kesehatan kegawatdaruratan yang diisi 100 orang dokter dan para medis.
Divisi keempat, doping control, terdiri dari 100 orang dengan komposisi tenaga farmasi dan laboratorium medic. Kelima, divisi informasi kesehatan.
Khusus divisi kegawatdaruratan, selain di venue mereka akan ditugaskan di tempat penginapan atlet. Di setiap penginapan dan bandara sisi utara dan selatan, Bidang Kesehatan akan menset-up poliklinik melayani atlet dan kontingen.
"Lima tim ini sudah siap, kami sudah buat Juknis kemudian secara internal kami sudah koordinasi dan sinkoronisasi antar lima divisi ini," kata Koordinator Bidang Kesehatan PB PON XX Papua Klaster Mimika, Reynold Ubra.
Rabu (1/9/2021), Reynold memimpin timnya exercise ke setiap venue PON memperkenalkan titik-titik dimana bidang kesehatan harus berperan.
Bidang Kesehatan total menyiapkan 363 tenaga kesehatan di PON. Jumlahnya masih akan bertambah dari liaison officer dan relawan yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan bersertifikat. Sementara Sekretariat Bidang Kesehatan akan diisi relawan yang mumpuni di bidang IT.
Pada PON nanti, Bidang Kesehatan sudah menyiapkan paling sedikit 20 ambulans ditambah dua unit bantuan Kemenkes. Jika tiga unit ambulans pengadaan tahun ini tiba di September, juga bakal langsung diturunkan untuk PON.
Tapi exercise ke setiap venue hari itu terasa kurang. Soalnya, peralatan kesehatan, obat-obatan dan sarana pendukung kesehatan lainnya belum tersedia. Ruangan bidang kesehatan di setiap venue masih berupa ruang kosong.
Seharusnya Bidang Kesehatan sudah bisa memetakan jumlah tempat tidur, tabung oksigen dan emergency kit di setiap venue. Sayang peralatan itu belum lagi datang.
"Sesuai master plan, alat kesehatan, obat-obatan dan bahan penunjang lainnya itu dari PB PON. Nah ini yang sangat mengkhawatirkan kami," ujar Reynold.
Celakanya, ungkap Reynold, PB PON tak menggunakan standar Olympic Council of Asia (OCA) sebagai standar pelayanan kesehatan di PON Papua. (Burhan)