Mimika Jadi Pilot Project Multimoda Tol Laut
Logistik program tol laut yang akan dikirim melalui pesawat ke pegunungan. Foto:Fachruddin Aji/Papua60detik
Logistik program tol laut yang akan dikirim melalui pesawat ke pegunungan. Foto:Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Mimika menjadi Kabupaten pertama di Indonesia yang mengawali program Pilot Project konektivitas tol laut dalam multimoda transportasi dan distribusi logistik.

Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan penerimaan kontainer tol laut di Pelabuhan Pomako dan pengiriman menggunakan pesawat Trigana Air, Rabu (23/12/2020).

"Maksud dari multimoda adalah logistik ini akan didistribusikan melalui tol laut, dilanjutkan dengan darat, dan udara. Seluruh proses tersebut disubsidi oleh pemerintah, dan dilakukan oleh instansi pemerintah seperti Damri dan Kementerian Perhubungan Udara untuk penerbangan" kata Staf Khusus Kementerian Perhubungan Mayjen TNI Buyung Lalana.

Buyung menjelaskan, program pilot project konektivitas tol laut dalam multimoda transportasi ini merupakan kerja sama dari beberapa kementerian terkait. Tujuannya, menghilangkan disparitas harga bahan pokok, dari wilayah asal (Surabaya) ke daerah pegunungan.

"Dengan adanya program ini pemerintah ingin agar logistik lancar tersalurkan, selain itu juga untuk menekan disparitas harga, artinya harga barang dari wilayah asal sama hingga daerah pegunungan," jelasnya.

Buyung melanjutkan, dengan program tersebut pemerintah berharap adanya muatan kembali dari daerah pegunungan. Selain mendapatkan manfaat, hasil olahan ataupun produk lokal, serta hasil bumi dari daerah tersebut dapat dipasarkan ke daerah luar, yang juga disubsidi oleh pemerintah.

Terdapat beberapa komoditi yang telah diangkut yakni beras, gambir, kopra dan ikan. Selain bahan tersebut ada besi tua yang juga dimuat ke daerah tujuan (Surabaya).

Buyung pun mengimbau kepada para pemilik barang (pengusaha) dapat mengawasi dengan seksama harga di pasaran.

"tujuan dari kerja sama dan sinergi itu agar tidak ada kesan monopoli," tegasnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha yang memanfaatkan program tol laut dan angkutan multimoda mengaku sangat terbantu. Apalagi ada subsidi pemerintah yang diberikan untuk muatan kembali.

"Saya kebetulan mengirimkan produk laut untuk dibawa ke Surabaya. Program ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi pengusaha lokal, tetapi juga ekonomi daerah," ujar Direktur PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksono. (Fachruddin Aji)