Mimika Masih Peringkat Satu Penyumbang Kasus Malaria di Indonesia
Wakil Bupati Johannes Rettob saat sambutan dalam sosialisasi program pencegahan malaria pada ibu hamil, Senin (31/1/2022) di Hotel Horison Diana. Foto: Anti/ Papua60detik
Wakil Bupati Johannes Rettob saat sambutan dalam sosialisasi program pencegahan malaria pada ibu hamil, Senin (31/1/2022) di Hotel Horison Diana. Foto: Anti/ Papua60detik

Papua60detik - Kementerian Kesehatan telah menetapkan semua wilayah di Indonesia sudah mencapai eliminasi malaria pada tahun 2030.

Sayang hingga tahun 2021, kasus malaria di Kabupaten Mimika justru masih tinggi. Bahkan masih menduduki posisi pertama di Indonesia yakni 123/1000 penduduk atau berkontribusi 30 persen kasus malaria di seluruh Indonesia.

Jumlah ini memang sudah mulai menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2020 lalu yang masih 200/1000 penduduk dan 2019 yakni 600/1000 penduduk.

Namun mampukah Mimika mencapai nol kasus hingga tahun 2030 mendatang?

Tim Malaria Center yang diketuai Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob optimis 2030 Mimika bisa mencapai target eliminasi itu. Syaratnya, ada kerja sama dari semua sektor. 

“Yang terdepan mencegah malaria ini adalah sektor-sektor lain. Kesehatan itu hanya memberikan sumbangsih 25 persen lainnya itu dari sektor lain,” tegas John Rettob dalam pertemuan sosialisasi program pencegahan malaria pada ibu hamil di Hotel Horison Diana, Senin (31/1/2022).

Ego sektoral dalam penanganan malaria perlu disingkirkan. Menekan angka kasus malaria pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan dan Malaria Center, tetapi seluruh masyarakat.

Karena faktanya, 70 persen kasus malaria di Mimika adalah kasus kambuhan yang disebabkan ketidakpatuhan mengonsumsi obat. Termasuk perilaku yang berisiko tertular malaria.

“Artinya tidak menggunakan kelambu saat tidur, berada di luar rumah saat malam tanpa menggunakan pakaian panjang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra mengatakan, bersama tim Malaria Center, Dinkes akan terus menurunkan step by step hingga mencapai zero kasus di tahun 2030.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menambah kader malaria terutama  di Distik Mimika Baru dengan temuan kasus malaria tertinggi.

“Memang masih tinggi karena target nasional harus kurang dari 1/1000 penduduk. Di Timika di tahun 2019 itu 600/1000, kemudian tahun 2020 turun menjadi 200/1000 dan sekarang di tahun 2021 menjadi 123/1000 penduduk. Jadi kita akan mencoba untuk penurunan ini terus,” jelasnya. (Anti)