Mimika Pandai Berhitung dengan Metode Gasing di Sentra Pendidikan Resmi Ditutup
Papua60detik - Program Mimika Pandai Berhitung dengan Metode Gasing di Sentra Pendidikan resmi ditutup, Jumat (15/11/2024).
Selama 17 hari, program ini memberikan pelatihan intensif kepada siswa, menggunakan metode inovatif yang diciptakan oleh Profesor Yohanes Surya. Metode Gasing (Gampang, Asik, dan Menyenangkan).
"Peserta diajak untuk memahami konsep melalui benda konkret terlebih dahulu, kemudian diarahkan ke pemahaman abstrak, dan akhirnya melatih kemampuan mereka untuk menghitung secara cepat tanpa bantuan alat hitung," jelas Koordinator Tim Pelatihan dan Pembelajaran dari Yayasan Teknologi Indonesia Jaya, Lily Herlin.
Selain teknik berhitung, metode ini juga mengasah keterampilan yang disebut Gasing 8C. Lily menjelaskan, keterampilan tersebut meliputi kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, pengembangan karakter, budaya, logika profesional dan kepedulian.
“Kami melihat peningkatan kepercayaan diri siswa. Bahkan, siswa kelas 1 SD mampu menjelaskan konsep penjumlahan kepada teman-temannya. Ini menunjukkan metode ini benar-benar efektif,” tambahnya.
Pelatihan ini melibatkan total 834 peserta, yang terdiri dari 48 guru, 192 siswa SD, 230 siswa SMP dan 380 siswa SMA di Sentra Pendidikan, Mereka dilatih oleh 70 trainer terbaik. Program ini tidak hanya melatih siswa tetapi juga membekali guru dengan kemampuan baru untuk mengajar matematika secara efektif.
Pj Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program ini. Dalam pidato penutupnya, ia berharap agar keterampilan yang didapat oleh peserta tidak hanya berhenti di sini tetapi dapat terus dikembangkan.
“Anak-anakku sekalian, apa yang kalian pelajari selama program ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan keterampilan ini hanya berlalu begitu saja,” pesannya.
Valentinus juga berterima kasih kepada PT Freeport Indonesia atas dukungannya terhadap program ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Freeport yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa depan,” ucapnya.
Ia mengatakan, program serupa akan kembali dilaksanakan pada tahun 2025 agar lebih banyak siswa di Mimika mendapatkan kesempatan belajar dengan metode inovatif.
Menurutnya, dengan metode tepat, semua anak dapat belajar dan mencapai kemampuan berhitung.
“tidak ada anak yang bodoh, semua kerena kesempatan.” Kata Valentinus mengutip Profesor Yohanes Surya. (Faris)