Mimpi Kampung Naena Muktipura: Punya Wisata Pertanian
Kepala Kampung Naena Muktipura Lalu Sukri Rahman. Foto: Eka/ Papua60detik
Kepala Kampung Naena Muktipura Lalu Sukri Rahman. Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kampung Naena Muktipura (SP6) Distrik Iwaka punya wisata pertanian hingga sekarang masih sebatas mimpi. 

Rencananya, wisata pertanian itu akan dibuat dan dikelola oleh masyarakat Kampung Naena Muktipura sendiri yang modal awalnya mengandalkan anggaran dari Dana Desa. 

SP6 memang dikenal sebagai penyuplai kebutuhan hasil pertanian seperti sayuran terbesar di Kabupaten Mimika.

Kepala Kampung Naena Muktipura Lalu Sukri Rahman mengatakan bahwa rencana pembuatan Wisata Pertanian itu telah lama muncul, dan harapannya dapat terwujud di tahun 2023 ini. Namun menurutnya masih banyak kendala salah satunya terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang masih menggunakan Dana Desa. 

"Wisata pertanian terkendala BLT, karena BLT ini juga cukup banyak habisnya, dan untuk wisata pertanian ini tidak masuk prioritas. Mungkin tahun depan kami usulkan kembali. Karena masih ada BLT juga ini, sebenarnya mengganggu juga karena kami punya program kampung ini habis di BLT," ujar Sukri kepada Papua60detik.id, Senin (29/5/2023). 

Program inisiatif itu baru saja dibahas secara Internal dengan Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) dan belum sampai ke pemerintah daerah.

"Kami belum komunikasi dengan Dinas Pertanian, karena itu hanya baru inisiatif dari kami saja," katanya. 

Saat ini pemerintah kampung tengah menyiapkan segala kebutuhan program Wisata Pertanian itu seperti  pembentukan BUMDes dan badan hukumnya.

Untuk lokasi sendiri katanya akan berada di dalam Kampung Naena Muktipura di Jalur 7 berjarak sekitar 3 kilometer dari pemukiman warga dengan luas perkiraan 2 hektare. 

"Ya itu tanah kampung, sekitar 2 hektar untuk program itu, karena kami masih harus siapkan semuanya terlebih dahulu. Karena yang habis banyak nanti di awal, seperti membuka jalan dengan timbunan dan untuk pagar, bibit segala macam," jelasnya. 

"Ini kan program kami di kampung yang memakai dana desa, saya pikir Pemerintah Distrik juga sepakat untuk pembuatan wisata pertanian," lanjutnya. (Eka)