Minyakita Sempat Kosong, ini Penjelasan Disperindag
Sekretaris Disperindag Selfina Pappang. Foto: Dok/ Papua60detik
Sekretaris Disperindag Selfina Pappang. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - Beberapa waktu lalu kebutuhan minyak goreng produk pemerintah atau minyak goreng subsidi merk Minyakita ini sempat kosong. Jika pun ada, harga jualnya lebih mahal dari yang sudah ditetapkan pemerintah dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter. 

Bahkan di beberapa ritel dalam Kota Timika sendiri jarang ditemui yang menjual Minyakita, padahal minyak yang banyak diserbu oleh masyarakat ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga ataupun buat usaha kecil menengah. 

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika Selfina Pappang mengakui bahwa Minyakita sempat terjadi kekosongan. 

"Kita ini sempat memang mengalami kekosongan kemarin karena memang pasokan dari pusat terbatas," ujar Selfina kepada Papua60detik.id, Rabu (31/5/2023) di Timika. 

Awal adanya Minyakita pada tahun lalu ada beberapa Distributor di Timika yang ikut memasok minyak turunan kelapa sawit tersebut, namun kini hanya Badan Urusan Logistik (Bulog) yang mendatangkan. 

"Yang mendatangkan sekarang cuma Bulog, di Bulog juga akan masuk 40.000 liter, kalau di Bulog sudah pakta integritas dan itu mengikat, bahwa yang ia suplay itu wajib menjual dengan harga yang ditetapkan pemerintah," katanya.

"Di Bulog itu 13.000 jualnya, nanti pengecer bisa jual sesuai HET 14.000, terjadinya tidak sesuai harga minyakita ini kemungkinan ada pengecer yang beli ke pedagang lain dan tidak langsung ke Bulog," pungkasnya. (Eka)