Mudahkan Masyarakat Belanja di Pasar, BRI Hadirkan Portal Pasar.id
Launching web pasar.id secara virtual oleh Presiden Joko Widodo di Pasar Sentral Timika, Kamis (10/12/2020). Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Launching web pasar.id secara virtual oleh Presiden Joko Widodo di Pasar Sentral Timika, Kamis (10/12/2020). Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik- Untuk mempermudah masyarakat bebelanja di masa pandemi covid-19 yang masih terus berlangsung hingga saat ini, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghadirkan website pasar.id.

Inovasi baru ini diyakini akan menjadi alternatif pola bertransaksi yang sangat tepat bagi konsumen dengan pedagang pasar. Konsumen tidak perlu datang ke pasar dan bertatap muka langsung dengan pedagang. Konsumen cukup menunggu di rumah dan barang akan diantarkan.

Inovasi ini dilaunching oleh Presiden RI, Joko Widodo secara virtual, Kamis (10/12/2020) dengan melibatkan 573 UMKM di seluruh Indonesia. Di Mimika, baru 21 UMKM yang mendaftarkan diri.

Jumlah ini kata Jokowi masih sangat jauh dari jumlah keseluruhan UMKM di Indonesia yang mencapai 54 juta dengan usaha yang beragam. Pasar.id bisa membantu masyarakat berjualan di masa pandemi dan perekonomian akan terus bergerak.

“Saya sangat menyambut baik pasar.id ini. Saya berharap semakian banyak UMKM yang ikut mendaftarakan diri untuk bergabung dalam web pasar ini. Dan saya berharap inovasi ini bisa meningkatkan transaksi dan volume ekspor dari UMKM kita,” kata Jokowi.

Pasar.id telah melakukan digitalisasi pasar di 4.547 titik pasar di seluruh Indonesia. Dimana 5.400 pasar telah bergabung dan tahun 2021 targetnya akan ditingkatkan menjadi 10 ribu.

Pimpinan BRI Kantor Cabang Timika, Sukarno mengatakan web ini akan terhubung langsung dengan aplikasi WhatsApp yang nantinya dikelola oleh admin yang sudah ditentukan BRI Kanca Timika.

Ketika ada pembeli yang hendak berbelanja, maka admin akan broadcast harga belanjaan. Kemudian  pembeli melakukan transaksi secara online dan belanjaan akan diantar ojek.

“Jadi di sini ada admin pasar, nanti kemudian admin pasar itu yang akan menanyakan apa yang akan dibelanja terus kemudian harga belanjaannya akan dibroadcast. Kalau sudah disepakati, maka pembeli melakukan transaksi secara online juga dan barang tersebut akan diantar ojek yang sudah ditunjuk oleh admin pasar,” jelasnya.

Ia menjelaskan inovasi ini sangat membantu pedagang pasar tetap dapat berjualan di tengah pandemi covid-19. Transaksinya tanpa tatap muka sehingga menghindari kontak langsung dan menekan jumlah kasus covid-19 di lingkungan pasar.

“Yang bergabung baru 21 UMKM atau pedagang. Namun tentunya kita harapkan nanti terus banyak pelaku usaha yang mendaftarkan diri. Nanti kita masukkan dalam sistem. Semakin banyak pedagang yang ikut masuk dalam web pasar tadi, maka semakin banyak juga pilihan khususnya bagi costumer termasuk kompetisi harganya,” tutupnya. (Anti Patabang)