Nyaris Mustahil Mimika Capai Target Eliminasi Malaria Tahun Depan
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, Foto; Martha/ Papua60detik
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, Foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - satu tahun menuju target eliminasi, jumlah kasus malaria di Kabupaten Mimika masih tinggi. Bahkan, Kabupaten Mimika menjadi daerah kedua dengan kasus malaria tertinggi secara nasional, setelah Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Data terbaru tahun 2025, kasus malaria yang sudah terlapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika adalah 40.537 kasus. Dibanding tahun lalu, angka ini masih sama tinggi. Adapun kasus paling tinggi ditemukan di kota di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sentral dan Wania.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin pun meragukan Mimika bisa mencapai target eliminasi malaria di tahun 2026. Dengan angka kasus yang masih tinggi saat ini, menurutnya masih sulit mencapai target tersebut. 

"Kalau melihat jumlah kasus saat ini mungkin belum (eliminasi) ya, karena kita masih dalam tahap bagaimana bisa meningkatkan jumlah testing malaria dan masih banyak kasus malarianya," ujar Kamaludin saat diwawancarai, Rabu (07/05/2025). 

Tahun ini, di triwulan pertama, sebanyak 121.123 orang yang sudah tes malaria. Jumlahnya naik dibanding tahun lalu. Melakukan testing menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menekan angka kasus malaria,

Meskipun kasus malaria masih tinggi, harapan untuk eliminasi masih ada dengan langkah-langkah konkret yang akan dilakukan Dinas Kesehatan Mimika. Tahun ini, Dinkes meningkatkan target jumlah tes yaitu 1 juta tes malaria. Sementara target Kemenkes adalah 2 juta tes.

"Tahun lalu kita melakukan tes malaria terhadap 600 ribu lebih orang. Tahun ini kita targetkan 1 juta tes dan Kemnekes minta kita 2 juta tes, jadi kita lagi berusaha dan melakukan persiapan testing malaria," tambahnya. 

Ia pun mengatakan dengan program Tempo Kas Tuntas yang memang dipersiapkan untuk capai percepatan eliminasi, Puskesmas sudah harus bisa melakukan testing bagi masyarakat di kampung-kampung, memantau pengobatan pasien dan melakukan vektor kontrol. (Martha)