Ojol Merauke Minta Jika BBM Naik, Jangan Lagi Ada Antrean di SPBU
Perwakilan ojek online di Pangkalan Jalan Raya Mandala, Merauke Foto: Ami/ Papua60detik
Perwakilan ojek online di Pangkalan Jalan Raya Mandala, Merauke Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik- Wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik terus bergulir belakangan ini. Hal itu pun mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pengemudi ojek online (ojol) di Merauke.

Sebagai pengguna BBM subsidi, kenaikan harga BBM bakal semakin memberatkan hidup pengemudi ojol. Atas alasan itu, pengemudi ojol di Merauke menolak kenaikan harga BBM.

Sugianto Permana salah satu pengemudi ojol sejak 2 tahun terakhir mengaku untuk mendapatkan BBM subsidi harus mengantre satu sampai dua jam di SPBU. Bahkan tak jarang mereka tidak kebagian BBM. Pilihan satu-satunya, beli eceran tapi dengan harga lebih mahal.

“Kami cuma minta kalau harga BBM naik tolong jangan susah antre di SPBU lagi, masa BBM sudah mahal dan harus antri berjam-jam,” tegas Sugianto di pangkalan ojol, Rabu (31/8/2022).

Menurut Sugianto, di SPBU yang terlihat mengantre BBM subsidi justru kendara- kendaraan mewah padahal peruntukannya ke masyarakat kecil. Selain itu para pengetap setiap hari terlihat masi mondar-mandir di SPBU.

“Kalau kami ini yang memang benar-benar membutuhkan BBM untuk kami berkerja sebagai ojol beda dengan pengetap yang bolak-balik antre di SPBU,” tutupnya. 

Kenaikan harga BBM, menurutnya juga akan  berdampak ke banyak hal. Mau tidak mau harga kebutuhan lainnya bakal terdongkrak naik.

“Kalau BBM naik semua kebutuhan akan naik terus kami yang setiap hari bekerja membutuhkan BBM harus bagaimana,” ujarnya. (Ami)