OKIA Geruduk Kantor Bupati Mimika, Tuntut Hasil Seleksi Jabatan Direvisi
Aksi protes OKIA terkait hasil seleksi terbuka Jabatan Pemimpin Tinggi (JPT) Pratama di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (9/5/2022) pagi. Foto: Anti/ Papua60detik
Aksi protes OKIA terkait hasil seleksi terbuka Jabatan Pemimpin Tinggi (JPT) Pratama di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (9/5/2022) pagi. Foto: Anti/ Papua60detik

Papua60detik - Organisasi Kaum Intelektual Amungme (OKIA) menggeruduk Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (9/5/2022) pagi. 

Mereka protes hasil seleksi terbuka Jabatan Pemimpin Tinggi (JPT) Pratama yang resmi dikeluarkan Pemkab Mimika Jumat (6/5/2022) kemarin.

Staf Khusus Bupati, Yohanes Kemong yang ikut aksi protes sampai membuka baju sebagai ungkapan kekecewaannya di hadapan Sekda Mimika, Michael R Gomar selaku Ketua Panitia Seleksi. Ia mendesak Sekda merevisi kembali hasil seleksi tersebut.

Menurutnya putra-putri Papua khususnya Amungme dan Kamoro yang ikut dalam seleksi terbuka ini harus diberi kesempatan menjadi pejabat. Bukan hanya menjadi ASN, tapi tanpa jabatan.

“Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa kami juga bisa tapi kami sama sekali tidak diberikan kesempatan. Kami juga bisa,” teriaknya.

Ia menilai hasil seleksi jabatan itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan dan menuding ada permainan di dalam penetapan hasilnya.

Beberapa ASN anak asli Papua yang juga ikut dalam aksi ini juga ikut menyatakan kecewa dengan hasil ini. Mereka meminta Sekda mempertemukan mereka dengan Bupati.

“Kami juga bisa, cuma kami tidak diberikan kesempatan untuk itu,” protes salah satu ASN yang hadir.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan alasan Sekda mengumumkan hasil tersebut kepada publik baru-baru ini. Padahal katanya, hasilnya sudah ditandatangani sejak 30 Januari 2022 lalu.

“Ada apa ini. Permainan macam apa ini, kenapa kami tidak diberi kesempatan?,” gugat mereka.

Jika Sekda tidak bisa mempertemukan mereka dengan Bupati, mereka mengancam akan berdemonstrasi dan menutup Kantor Sentra Pemerintahan.

“Kami akan kembali besok, kami akan demo,” katanya.

Ketua OKIA, Raimondus Kelanangame menegaskan, soal ini sudah menyangkut harga diri anak pemilik hak ulayat Mimika dan orang Papua pada umumnya. 

"Informasi yang kami dapat itu, orang Amungme Kamoro tidak memenuhi syarat. Padahal syarat administrasi sudah dilengkapi, itu yang jadi kekecewaan kami," ungkap Raimond.

Mewakili OKIA, ia mendesak hasil seleksi jabatan itu direvisi dan memberikan kesempatan ke pejabat Amungme dan Kamoro menduduki jabatan kepala OPD.

Seleksi pimpinan jabatan tinggi pratama Mimika dibuka pada 15 Oktober lalu dan diikuti oleh 70 orang pendaftar. 

Dari hasil seleksi 15 jabatan yang dikeluarkan, memang hanya satu pejabat asli Amungme Kamoro yang menempati urutan nomor satu, yaitu Abraham Kateyau di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung. Sementara 14 jabatan lainnya, posisi nomor satu diisi oleh pejabat non Amungme dan Mimika Wee. (Anti)