Panglima TNI: Prajurit Kabur Bukan Hanya di Papua
Papua60detik – Prada Yotam Bugiangge dilaporkan telah melarikan diri dari kesatuannya, Kompi-C Yonif 756/WMS di Kabupaten Keerom, Papua sejak Jumat (17/12/2021). Ia kabur dengan membawa senjata 1 pucuk SS-2 V1.
Menyikapi peristiwa itu, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan peristiwa itu harus diungkap dan si Yotam harus diproses hukum.
Tanpa malu, Andika Perkasa mengungkap, kasus serupa itu bukan hanya terjadi di Papua namun juga di daerah lain di Indonesia.
“Itu sebenarnya tidak hanya terjadi di Papua, itu juga terjadi di tempat-tempat lain. Dan ini benar, kita tidak malu-malulah. Alasannya macam-macam. Ada karena misalnya masalah hutang tidak bisa bayar, wanita, banyak lagi, dan yang baru-baru terjadi di Wamena, masih belum tahu apa yang memotivasinya. Kita akan ungkap supaya orang tahu,” ujarnya kepada awak media di Kabupaten Mimika usai melakukan kunjungan perdananya, Rabu (22/12/2021).
Jenderal Bintang empat ini mengatakan, kesalahan-kesalahan seperti itu akan diungkap tanpa pandang bulu dan diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan hukum
Selain berhadapan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Militer (KUHPM), oknum anggota TNI yang melanggar juga akan dikenakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1948 dan Undang-Undang No.12 Tahun 1951 tentang Senjata Api.
“Ada yang membawa senjata dan itu akan memperberat. Karena kalau sudah membawa senjata berarti dia bukan hanya harus berhubungan dengan KUHPM tapi juga Undang-undang Nomor 8 Tahun 1948 dan Undang-undang darurat tentang kepemilikan senjata. Konsekuennya memang sangat berat. Kita tidak pandang bulu siapapun itu. Dan kesalahan-kesalahan seperti ini sebetulnya akan kita ungkap supaya orang juga tahu konsekuensinya apa. Kita akan melakukan sampai dengan penuntutan maksimal,” tegas Andika.
Yotam meninggalkan kesatuannya dengan melepas sepatu dan pakaiannya. Rekan-rekannya menemukan pakaian itu di semak-semak belakang asrama.
Pencarian sudah dilakukan dengan menghubungi kerabat dan keluarga sampai penyebaran fotonya. Sayangnya, hingga saat ini keberadaan Yotam belum diketahu. (Salmawati Bakri)