Panitia Jamin Protokol Kesehatan Ketat di Gebyar PON
(Dari Kiri) Panwasrah Sub Klaster Mimika, Gadang Pambudi, Sekum PB PON XX Papua Sub Mimika, Cessar Avianto Tunya dan Kadinkes Mimika Reynold Ubra, dalam konferesi pers, Kamis (14/10/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
(Dari Kiri) Panwasrah Sub Klaster Mimika, Gadang Pambudi, Sekum PB PON XX Papua Sub Mimika, Cessar Avianto Tunya dan Kadinkes Mimika Reynold Ubra, dalam konferesi pers, Kamis (14/10/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON XX) Klaster Mimika dan Dinas Kesehatan memastikan penerapan protokol kesehatan ketat pada acara Gebyar PON yang jadi penutup perhelatan PON di Mimika.

Gebyar PON digelar Jumat (15/10/2021) di Lapangan Timika Indah menghadirkan band D’ Masiv dan Mitha Talahatu itu sebagai Happy Ending dari semua rangkain kegiatan yang dilaksanakan di Mimika.

Sekretaris Umum (Sekum) PB PON XX Papua Sub Mimika, Cessar Avianto Tunya menjelaskan, seharusnya Gebyar PON ini dilakukan sebelum pelaksanan PON namun saat itu Mimika masih berada pada PPKM Level 3 sehingga itu menjadi pertimbangan dan diputuskan dilaksanakan pada akhir PON. 

“Penutupan yang ditandai dengan Gebyar PON ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang juga selaku ketua PB PON XX Papua Sub Mimika,” kata Cessar dalam konfrensi pers yang dilaksanakan di Media Center jalan Cendrawasih Sp2, Kamis (14/10/2021). 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra yang juga selaku Ketua Bidang Kesehatan PB PON XX Papua sub Mimika mengatakan pelaksanaan Gebyar PON sebagai salah satu rangkian penutupan PON XX Papua akan lebih mengutamakan protokol kesehatan.

Semua peserta dan penonton yang akan menyaksikan Gebyar PON wajib menunjukan sertifikat vaksin. 

“Kita akan batasi peserta yang masuk dan pelaksanaanya kita pakai sistem zonasi, area panggung, penonton dan pintu masuk, jadi akan lebih tertata,” ungkap Reynold. 

Ia memastikan pada pelaksanaan Gebyar PON tidak akan terjadi kerumunan massa.

“Di Gebyar PON XX Papua akan lebih baik karena sudah ada koordinasi, kalau kemarin Ekspo tidak ada protokol kesehatan karena tidak da koordinasi dengan bidang kesehatan,” katanya. 

Selain itu, katanya, sebelum masuk ke tempat acara, event organizer dan Dinkes akan menyiapkan alat pendeteksi suhu tubuh, tempat cuci tangan, dan pemeriksaan sertifikat vaksin.

"Ada tim kesiapsiagaan daerah dan kesehatan juga yang berjaga, setiap zonasi juga dibatasi ada sekitar 20 meja, penonton datang, duduk sesuai nomor kursi, jadi kalau sudah terpenuhi kuotannya maka tidak boleh masuk lagi," tuturnya. (Fachruddin Aji)