Papua Selatan Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr Benedicta Herlina Rahanggiar. Foto: Jamal/ Papua60detik
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr Benedicta Herlina Rahanggiar. Foto: Jamal/ Papua60detik

Papua60detik - Sebagai daerah otonomi baru dengan cakupan wilayah yang luas dan geografis yang sulit dijangkau, kebutuhan tenaga kesehatan di Provinsi Papua Selatan cukup tinggi.

Untuk menaktisinya, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan membuat program prioritas unggulan untuk menambah petugas khusus.

"Sehingga kami melakukan satu kegiatan program prioritas  unggulan melalui program penugasan khusus Ha Anim sehat yang telah dilaksanakan pada 2025," katanya, Sabtu (12/4/2025).

Benedicta menjelaskan  program tersebut bertujuan untuk memenuhi sembilan jenis tenaga kesehatan di puskesmas yang ada di daerah-daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan.

Perekrutan dilakukan sejak Januari-April 2025 dan berhasil merekrut sejumlah tenaga baru tambahan dan juga tenaga yang telah diperpanjang tugasnya.

Sebanyak 17 peserta baru terdiri dari dokter gigi satu orang, dua perawat, enam bidan, empat tenaga kesehatan masyarakat, satu tenaga sanitarian, dan tiga tenaga farmasi.

Selanjutnya, 17 tenaga kesehatan itu akan didistribusikan ke empat kabupaten dengan rincian Kabupaten Asmat sebanyak enam orang, Kabupaten Boven Digoel empat orang, Kabupaten Mappi lima orang, dan dua orang lagi di Kabupaten Merauke.

"Secara umum penugasan khusus program Ha Anim Sehat 2025 sebanyak 74 orang yang terdiri dari perpanjangan sejak 2023-2024 serta peserta baru," jelas Benedicta. (Jamal)