Pasar Murah Disperindag Mimika Picu Kerumunan Warga
Pasar murah Disperindag Mimika di halaman Pasar SP2 Timika, Selasa (11/5/2021).  Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Pasar murah Disperindag Mimika di halaman Pasar SP2 Timika, Selasa (11/5/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Setiap jelang hari raya keagamaan seperti Natal dan Lebaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika rutin bikin pasar murah.

Jelang lebaran tahun ini, pasar murah dibikin di Pasar SP2 Timika, Selasa (11/5/2021)

Namanya pasar murah, pasti ramai didatangi warga. Bayangan harga barang lebih murah dibading harga pasaran bikin warga rela antri.

Namun wajarkah pasar murah di tengah pandemi covid-19? Bagaimana mencegah kerumunan yang berisiko terjadi penyebaran virus yang bisa merenggut nyawa ini?

Dari pantauan Papua60detik.id, kerumunan warga tak terhindarkan di lokasi pasar murah. Tanpa jaga jarak, pengunjung tampak asyik berbelanja.

Di setiap stand, memang tak ada tanda penunjuk posisi berdiri agar pengunjung menjaga jarak.

Beberapa pengunjung bahkan datang tidak menggunakan masker.

Imbauan Tim Disperindag agar pengunjung  memakai masker tak juga diindahkan. Warga sudah keburu semangat berburu barang murah.

Padahal harga yang ditawarkan tidak beda jauh dengan harga di kios-kios. Bahkan ada yang lebih diatas lagi, seperti Bimoli 2 liter yang dijual dengan harga Rp32.500 di pasar murah, tapi di beberapa kios dijual dengan harga Rp32.000 saja.

“Bedanya hanya sekitar Rp1000an saja. Bahkan ada yang harganya sama seperti harga di pasaran, seperti beras. Tapi kalau Bimoli 2 liter tadi saya lihat lebih mahal yah,” kata Yuli salah satu pengunjung.

Meski begitu, ia mengaku ada yang harganya memang murah. Seperti telur, ayam beku dan ayam hidup.

Telur dijual dengan harga Rp45 ribu. Harga ini sangat jauh dari harga pengambilan kandang yakni Rp50 ribu. Ayam beku dijual Rp30 ribu dari harga pasar Rp37 per kilogram dan ayam hidup Rp45 ribu per ekor dari harga Rp50 ribu sampai 60 ribu .

“Jadi harga ini adalah harga di tingkat distributornya jadi bukan harga yang ada di pengecer,” dalih Plt Kadisperindag Mimika, Petrus Pali Amba.

Ia mengatakan, sudah menyampaikan kepada para pelaku usaha dan distributor memberikan harga yang bisa dijangkau menjelang hari raya ini.

"Kami hanya memfasilitasi tempat pasar murah saja,” katanya. (Anti Patabang)