Pedagang di Pasar Sentral Protes Pasar Murah Pemerintah
Papua60detik - Sejumlah pedagang sayur di Pasar Sentral Timika mengungkapkan kekesalannya sejak satu bulan terakhir karena adanya pasar murah.
Pedagang menuding pasar murah yang diadakan pemerintah membuat pendapatan mereka di Pasar Sentral anjlok.
Baca Juga: Bupati Imbau Warga Tak Panic Buying LPG
Salah satu pedagang Ahmad saat ditemui, Sabtu (16/12/2023) mengaku, sejak kurang lebih satu bulan terakhir ini dagangannya sepi. Ia yakin penyebabnya adalah pasar murah pemerintah yang mensubsidi harga.
"Semua barang mahal, hanya di pasar murah saja yang murah, gara-gara pasar murah. Kita tidak bisa apa-apa di dalam pasar ini," ujarnya kesal.
Kata dia, pendapatannya belakangan ini turun hingga 50 persen, sebelum pemerintah sering membuat pasar murah, dia dalam sehari masih bisa mendapat pendapatan kotor Rp4 juta, namun kini hanya sekitar Rp1,7 hingga Rp2 juta saja.
Hal sama juga dikeluhkan oleh Eche. Dia mengaku kurang lebih dua bulan belakangan ini penghasilannya turun drastis. Bahkan hingga sore hari pun untuk kembali modal saja belum dapat.
"Tahun ini memang parah, padahal kita di pasar ini setiap hari bayar retribusi. Mulai pagi ini sepi, tidak ada orang beli. Betul-betul kita dikasih anjlok," ujarnya.
"Apalagi pasar murah juga harganya di bawah dari modal kita. Sudah, hancur sudah kita," lanjutnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, pasar murah hanya menguntungkan orang yang berduit. Pasalnya saat belanja di pasar murah komoditi itu sudah dibagi dan diisi dalam kantong dengan ukuran sekilo.
"Tentu orang kaya yang punya uang diuntungkan, karena kiloan yang dijual. Dan yang beli juga orang-orang itu di manapun ada pasar murah tetap akan dikejar. Kalau di kita kan bisa biar beli cuma lima ribu,' ujarnya.
"Pernah ada mama-mama beli di saya karena dia punya uang tidak cukup untuk beli di pasar murah karena di sana kan sudah dibungkus satu kilo. Kalau di pasar di kita ini biar beli cuma 5 ribu tetap bisa," tambahnya.
Lebih lanjut, kata Eche di akhir tahun ini pasar makin sepi. Padahal biasanya setiap akhir tahun pasar selalu dipadati pengunjung.
"Hari-hari pemerintah buat pasar murah, lihat sendiri bagaimana kondisi di pasar ini, dari pagi kami begini sudah. Sepi total," pungkasnya. (Eka)