Pelaku Usaha IKM Tambelo Keluhkan Rumah Produksi Bikinan Pemerintah, Jauh dari Standar

- Papua60Detik

Rumah Produksi IKM Tambelo di Jalan SP I Distrik Wania, foto: Martha/ Papua60detik
Rumah Produksi IKM Tambelo di Jalan SP I Distrik Wania, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Salah satu pelaku usaha di Mimika, Magdalena Walter mengeluhkan Rumah Produksi  Industri Kecil Menengah (IKM) Tambelo, Jalan SP 1, Distrik Wania yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM Mimika pada tahun 2024 lalu. 

Menurutnya, bangunan tersebut masih jauh dari standar untuk layak disebut sebagai rumah produksi apalagi untuk produksi pembuatan makanan. Padahal rumah produksi IKM Tambelo tersebut dibangun oleh pemerintah untuk mendukung pengembangan produk lokal dengan bahan utama tambelo. 

Magdalena mengatakan pembangunan itu diinisiasi pada tahun 2023 oleh Plt Bupati waktu itu dijabat Johannes Rettob dan memerintahkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika (saat itu Petrus Yumte) untuk membangun rumah produksi IKM Tambelo. Pembangunan pun berjalan, tetapi di tengah perjalanan terjadi pergantian pimpinan. Ia khawatir, jangan  sampai karena pergantian pimpinan sehingga pembangunan tidak maksimal. 

"Ternyata setelah selesai, saya lihat begini, rumah produksinya ini tidak memenuhi standar sebenarnya. Saya keluhkan, tetapi kontraktor bilang dana yang diturunkan memang cukup segitu, sementara ini kosong tidak ada dinding," kata Magdalena saat diwawancarai, Sabtu (30/08/2025). 


Model rumah produksi tersebut terbuka, setengah dinding, air tidak bisa digunakan karena berlumpur. Akhirnya, karena tidak layak digunakan, Magdalena memilih menggunkan dapur sendiri sebagai dapur produksi. 

"Bagaimana mau mengolah di sini? Dindingnya terbuka, debu masuk, serangga-serangga, burung juga masuk, tidak higienis sementara yang kita buat itu makanan," keluhnya. 

Magdalena berharap, pemerintah bisa memaksimalkan pembangunan itu, sebab rumah produksi tersebut juga adalah aset daerah.

Selama ini, Magdalena mengaku malu apabila ada yang bertanya ingin mengunjungi dapur produksi Tambelo. Menurutnya, tidak ada yang bisa ditunjukkan, hanya ada ruangan kosong yang fungsinya tak layak untuk tempat memproduksi pangan lokal.

"Kan kalau rumah produksi bagus, ini keberhasilan pemerintah juga. Orang-orang bisa berkunjung, mengenal lebih dekat dengan produk-produk lokal, mahasiswa juga bisa datang ke sini seandainya ada tugas terkait pangan lokal," harapnya. (Martha)




Bagikan :