Pemeriksaan Narkoba di Pemkab Mimika, Ada Pegawai yang Menolak
Papua60detik - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Mimika gelar pemerikasaan gratis bagi seluruh pegawai di Organisasi Pemerintah Daerah.
Salah satu layanan kesehatan yang diberikan adalah pemeriksaan Narkoba. Sebelumnya, Bupati sudah mengingatkan bahwa pemeriksaan ini wajib diikuti oleh semua pegawai tanpa terkecuali.
Baca Juga: RSUD Mimika Bakal Tambah Gedung Baru
Namun, dalam tiga hari pemeriksaan sesuai yang dijadwalkan, ada beberapa pegawai yang menolak untuk melakukan tes narkoba.
Hal itu diungkapkan oleh Sub Koordinator Rehabilitasi BNN Mimika, Ruslan Awumbas. Ia mengatakan dalam beberapa hari ini, ada pegawai yang menolak untuk diperiksa, tetapi ia belum menindaklanjuti dan belum mengetahui dari OPD mana.
"Saya dengar memang seperti itu, ada yang menolak, tetapi saya belum tahu alasannya. nanti akan saya crosscheck kembali. Saya akan saya tanyakan alasan dia menolak itu seperti apa, karena patut dicurigai seandainya dia menolak seperti itu," ujar Ruslan saat diwawancarai, Senin (11/08/2025).
Menurutnya, m seorang pegawai seharusnya tidak menolak karena pemeriksaan itu berdasarkan perintah bupati untuk memastikan pemerintahan bersih dari narkoba.
Ruslan kemudian menjelaskan, syarat pemeriksaan juga tidak harus puasa. Tetapi biasanya, pihaknya akan menanyakan terlebih dahulu apakah seseorang itu ada mengkonsumsi obat sebelumnya atau tiga hari sebelumnya. Dan akan ditanyakan lebih lanjut, obat apa yang digunakan dan apakah sudah melalui resep dokter. Hal ini untuk menghindari adanya penggunaan obat-obat terlarang yang mengakunya sebagai obat biasa, misalnya mengkonsumai obat penenang secara ilegal.
Pemeriksaan narkoba yang digunakan adalah metode rapid test dengan sample urin. Sistem ini dinilai efektif karena masih bisa mendeteksi apabila seseorang menggunakan narkoba empat atau lima hari sebelumnya. Selain itu, hasilnya cepat keluar, lima atau sepuluh menit.
"Hasilnya langsung diketahui. Tetapi mereka tidak tahu positif dan negatif yang mana. Hanya kami yang tahu. Soal ada atau tidak (yang positif) itu rahasia," tambahnya.
Adapun hasil pemeriksaan ini, Ruslan menyebut, pihaknya akan menyerahkan ke Dinas Kesehatan sebagai penyelenggara. (Martha)