Pemkab Merauke Desak PT MNA Kembalikan Empat Pesawat Milik Daerah
Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua mendesak manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mengembalikan empat pesawat aset pemerintah daerah setempat, yang beberapa tahun sebelumnya dikelola oleh perusahaan penerbangan tersebut.
Empat pesawat yang dimaksud ialah pesawat Musamus jenis twint otter, pesawat Bogodi, Aoba dan Kli (boeing seri 737-300).
"Merpati akan dinyatakan pailit, sebelum itu kita membicarakan dulu tentang kerja sama yang pernah dilakukan oleh Pemda Merauke bersama PT MNA, karena ada empat pesawat kita yang dikelola merpati," kata Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, Rabu (26/1/2022).
Romanus mengatakan, kerja sama dengan PT MNA tertuang dalam nota kesepahaman kontrak kerja sama atau memorandum of understanding (MoU), yang salah satu pasalnya menyangkut penyelesaian dan atau pengembalian aset pemda.
"Pada dasarnya pemda berprinsip pada kontrak, dan pihak Merpati sudah sepakat bahwa semua aset pemda yang dikelola akan diselesaikan berdasarkan kontrak," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa empat pesawat pemda tersebut sudah tidak lagi dioperasionalkan oleh PT MNA dalam beberapa tahun terakhir. Pesawat Musamus parkir di apron Bandara Mopah Merauke, sedangkan tiga pesawat boeing parkir di hangar PT MNA di Bandara Juanda Surabaya.
"Terlepas dari Merpati mandek atau pailit, kita mau semua aset itu, meskipun tidak beroperasi lagi, harus dikembalikan kepada Pemkab Merauke berdasarkan MoU," tegasnya.
Romanus menambahkan, jika empat pesawat telah dikembalikan, pemda akan menggunakan pihak independen untuk meneliti empat aset tersebut apakah masih mempunyai nilai ekonomis atau manfaat kembali bagi masyarakat dan pemerintah setempat.
"Kita akan teliti dalam pesawat itu, mesin aslinya mana, sejak kapan rusak? Rusaknya sudah rusak berapa parah? Nilainya berapa, kalaupun kita jual besi tua, Kira-kira nilai ekonomisnya berapa?" tandasnya. (Eman Riberu)