Pemkab Mimika Bentuk UPTD Malaria
Bupati Mimika, Johannes Rettob, foto: Martha/Papua60detik
Bupati Mimika, Johannes Rettob, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Merespon tingginya kasus malaria, Pemerintah Kabupaten Mimika membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus malaria di bawah Dinas Kesehatan. 

Langkah ini diambil untuk memperkuat penanganan malaria, mengingat tingginya angka kasus malaria di Mimika yang berkontribusi besar terhadap kasus malaria di Papua maupun secara nasional. Untuk diketahui Mimika juara satu penyumbang kasus malaria secara nasional.

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan sebelumnya penanganan malaria dilakukan melalui Malaria Center. Namun, kasus malaria tak turun signifikan.

Menurutnya, UPTD penting supaya penanganan malaria lebih terstruktur dan didukung sistem kerja lebih kuat dan efektif.

"Kenapa di Mimika saja yang punya UPTD ini? Karena memang kasus di sini tinggi. Kita di Mimika memberikan konstribusi besar untuk Indonesia dan juga di Papua" ujar Johannes Rettob saat diwawancarai, Senin (25/05/2026). 

Ia mengatakan berbagai bentuk kerja sama juga terus dilakukan untuk mempercepat penanganan malaria, termasuk dengan Kementerian Kesehatan serta pemerintah Australia dalam bidang penelitian dan pengendalian penyakit malaria.

Selain fokus pada pengobatan, pemerintah daerah juga menggencarkan langkah-langkah pencegahan, seperti fogging, penyemprotan dinding rumah, pembagian kelambu, hingga pendampingan pasien agar mengonsumsi obat secara tuntas. 

Namun, John Rettob menilai faktor utama penyebab malaria berasal dari persoalan lingkungan dan infrastruktur. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dilakukan melalui pendekatan medis, tetapi harus secara menyeluruh.

"Tetapi kalau kita mau lakukan ini semua tetapi penyebab utamanya kita tidak selesaikan, maka tidak akan selesai. Penyebab utama malaria itu adalah disebabka lingkungan, air tergenang, infrastruktur, air bersih. Ini penyebab dari malaria," terangnya. 

Untuk mencapai target eliminasi malaria, pemerintah daerah sudah berkolaborasi dengan lintas sektor, pemerintah pusat, hingga dukungan internasional. Pemerintah juga meningkatkan eduksi ke masyarakat.

"Mudah-mudahan target kami kan eliminir malaria. Sekarang kami sudan kolaborasi tingkat tinggi. Sebenarnya untuk bisa menurunkan kasus ini, kuncinya satu saja, penyebab malaria," pungkasnya. (Martha)