Pengusaha Timika Ekspor Karaka ke Malaysia
Papua60detik - PT Bartuh Langgeng Abadi dan CV Harapan Nurdiana mengekspor produk perikanan jenis karaka sebanyak 900 kilogram ke Malaysia dengan cargo maskapai Garuda Indonesia, Rabu (16/12/2020).
Bagi PT Bartuh Langgeng Abadi, ini merupakan kali pertama mereka mengekspor ke Malaysia. Sementara CV Harapan Nurdiana Jaya sudah merupakan yang kesekiankalinya.
Kepala Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya C (KPPBC TMP C) Timika, I Made Aryana menjelaskan, ekpor non tambang adalah hal yang sudah lama mereka harapkan.
Kabupaten Mimika menurutnya juga memiliki potensi yang sangat besar khususnya pada produk perikanan yakni karaka. Produk ini sangat terkenal sehingga sangat sayang jika tidak diperkenalkan kepada dunia.
“Memang karaka sudah dikenal tetapi selama ini orang tidak tahu kalau itu adalah kekayaan alam dari Mimika, karena proses pengirimannya tidak langsung dari Timika, prosesnya melalui Jakarta atau kota lainnya, tapi sekarang sudah bisa langsung dari Timika oleh pengusaha-pengusaha yang mau berkembang,” kata Made.
Meski kapasitas ekspornya belum begitu banyak, Made tetap mengapresiasi perjuangan PT Bartuh Langgeng Abadi yang tak kenal menyerah mengurus izin ekspor.
“Kami ajarin beliau melengkapi semua persyaratannya. Kami koordinasi dengan Karantina Perikanan karena memang instalasinya harus benar-benar memenuhi persyaratan dan setelah semua lengkap ekspor perdananya pun kita lakukan hari ini,” jelasnya.
Ia berharap hal ini juga bisa diikuti oleh pengusaha-pengusaha lain. Apalagi saat ini prosedur ekspor barang bentuk curah sudah dipermudah, tidak lagi membayar bea keluar sebagaimana yang diatur dalam PMK Nomor 26 Tahun 2020 tentang Perlakuan Kepabeaan atas Selisih Berat dan/atau volume Barang Impor dalam Bentuk Curah dan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dalam Bentuk Curah.
“Jadi ekspor produk perikanan ini sangat simple, mereka itu tidak perlu bayar apa-apa di Bea Cukai, termasuk pajak-pajaknya tidak ada. Nah mereka malah keuntungannya berlipat-lipat kerena kita koordinasikan dengan pihak Garuda itu memberi harga spesial untuk pengiriman internasional bahkan lebih murah dari domestik. Lebih banyak lebih murah,” ungkap Made.
Menurutnya memajukan ekspor di Kabupaten Mimika, bukan hanya menjadi tanggung jawab Bea Cukai atau Karantina Perikanan saja, tetapi membutuhkan sinergi dari semua pihak khususnya Pemerintah Kabupaten Mimika.
Sementara itu, Direktur PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksono mengatakan produk perikanan yang mereka ekspor merupakan hasil tangkapan para nelayan lokal yang dibeli dengan harga berbeda-beda.
Mengekspor di masa pandemi katanya, salah satu cara menumbuhkan perekonomian masyarakat khususnya para nelayan yang perekonomian keluarganya sangat tergantung pada hasil laut.
“Jadi ini adalah ekspor perdana kami dari PT Bartuh, 900 kilogram itu bukan hanya milik kami tetapi juga CV Harapan Nurdiana Jaya. Kami hanya sekitar 500 kg dan selebihnya itu teman-teman dari CV Harapan,” jelasnya.
Ia mengatakan sudah saatnya Kabupaten Mimika berinovasi untuk melahirkan produk perikanan yang aman dan mempunyai kekhususan. Bisa menjadi teladan dan ditiru oleh banyak orang.
“Segaala sesuatu atau keberhasilan yang diperoleh ditentukan langkah hari ini,” tutupnya. (Anti Patabang)