Petani Minta Pemerintah Tekan Kiriman dari Luar, Disperindag: Penyeimbang Harga
Kepala Disperindag Mimika, Petrus Pali Ambaa. Foto: Dok/ Papua60detik
Kepala Disperindag Mimika, Petrus Pali Ambaa. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - Petani di Mimika meminta pemerintah membatasi pengiriman komoditi hasil pertanian dari luar.

Rahman, salah satu petani di Timika mengatakan, pemerintah harus jeli melihat komoditi yang memang perlu didatangkan dari luar dan waktu pengirimannya. 

Yang jadi soal ketika petani sedang musim panen, dan komoditi yang sama masih didatangkan dari luar. Pasokan yang melimpah di pasar, otomatis membuat harga hasil panen petani turun.

"Coba pemerintah cari jalan keluarnya untuk menstop sayur-sayur dari luar yang masuk, karena yang bikin harga anjlok itu ya adanya kiriman. Kalau yang tidak ada disini mungkin bisa dikirim, tapi yang ada kalau bisa jangan lah," katanya, Selasa (27/6/2023).

Menanggapi hal itu Kepala Disperindag Mimika Petrus Pali Ambaa mengatakan, pengiriman dari luar masih sangat dibutuhkan karena sebagai penyeimbang harga atau menjaga stabilitas harga.

"Kalau bawang kita masih mengharapkan dari luar, di Timika kan belum ada persediaan. Petani bawang juga tidak ada," ujar Petrus, Selasa (27/6/2023). 

"Kalaupun masih terus ada pengiriman dari luar sebenarnya itu untuk mengimbangi harga," lanjutnya. 

Apalagi Mimika sebagai kabupaten penyangga beberapa kabupaten tetangga. Memastikan ketersedian stok penting untuk menjaga stabilitas harga di kabupaten tetangga.

"Kurang lebih ada 10 Kabupaten yang ambil dari sini (Mimika). Jadi kalaupun ada kiriman dari luar barangnya tidak semua terkumpul di sini, sebagian juga didistribusikan ke kabupaten tetangga. Jadi kalau mau kita batasi barang yang ada ini bisa semakin tinggi harganya nanti," jelasnya. (Eka)