PLN Wacanakan Sampah Jadi Energi Listrik Ketika Volume Sampah Masih Terlalu Kecil
Papua60detik - PLN UP3 Timika mewacanakan akan mengolah sampah menjadi energi listrik. Mereka sedang mengkaji kemungkinannya.
“Kami lagi mengkaji ini. Mudah-mudahan nanti dari kajian itu menyatakan itu layak untuk digunakan, maka kita akan menggandeng pemerintah daerah sama-sama membangun pembangkit listrik tenaga sampah ini,” kata Manager PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.
Menjadi energi listrik, tidak semua jenis sampah bisa diolah. Kajian yang PLN sedang lakukan termasuk memastikan kandungan jenis sampah di Timika.
“Kandungannya bagaimana? Apakah semuanya bisa digunakan atau hanya berapa persen saja,” katanya.
Tapi bagi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Limi Mokodompit, rencana PLN itu masih terlalu cepat.
Volume sampah harian di Timika masih kisaran 218 ton per hari. Sementara standar membuat energi listrik dari sampah volumenya minimal 8.000 ton per hari.
“Tapi bukan berarti tidak bisa. Kalau itu skala rumah tangga bisa saja,” tuturnya, (Rabu 2/6/2021).
Itu satu hal. Pengolahan sampah jadi energi listrik juga mengandung kontradiksi. Di satu sisi, pemerintah selalu berupaya menekan volume sampah, di sisi lain memanfaatkan energi listrik butuh volume sampah banyak.
“Tapi kami akan berkoordinasi nanti kalau memang sampah kita ini per hari sudah memenuhi standar pembangkit listrik yah tidak ada masalah. Kami oke-oke saja,” tutupnya. (Anti Patabang)