Polres Keerom Bersama KNKT Investigasi Kecelakaan Pesawat AMA PK-RCQ
KNKT bersama Polres Keerom melakukan investigasi atas kecelakaan pesawat AMA PK-RCQ, Rabu (29/6/2022) kemarin. Foto: Humas Polda Papua
KNKT bersama Polres Keerom melakukan investigasi atas kecelakaan pesawat AMA PK-RCQ, Rabu (29/6/2022) kemarin. Foto: Humas Polda Papua

Papua60detik – Polres Keerom bersama Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi kecelakaan pesawat AMA PK-RCQ, Rabu (29/6/2022) kemarin.

Hasilnya, diperoleh badan pesawat terbentur pada tunggak kayu maupun perbukitan dan terperosok kedalam jurang dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Humas Polda Papua dalam rilisnya, Kamis (30/2/2022) disebutkan, pesawat AMA PK-RCQ melakukan pendaratan darurat hingga terseret dan terhempas. 

Akibatnya, pesawat mengalami kerusakan berat. Yakni patah pada bagian sayap kiri, engine terlepas, baling-baling patah dan ban sebelah kiri terlepas.

"Saat ini, kami berhasil mengevakuasi beberapa komponen pesawat termasuk unit Emergency Locator Transmitter (ELT) yang masih memancarkan sinyal ke Local User Terminal (LUT) di Basarnas pusat Jakarta dan sudah di matikan oleh Tim," ungkap Kapolres Keerom AKBP Christian Aer dalam rilis tersebut. 

Usai melakukan investigasi, PT. Ama Meintenance pun mengambil komponen material atau kepingan pesawat tersebut yang masih dalam kondisi layak pakai untuk dilakukannya perbaikan.

"Tidak menutup kemungkinan dengan telah dilakukan pengevakuasian beberapa komponen material layak pakai  maka komponen lainnya yang mengalami kerusakan berat tidak akan dilakukan evakuasi. Akibat kerusakan tersebut PT. AMA Maintenance mengalami kerugian sebesar Rp20 miliar," ujar Kapolres.

Sebelumnya, pesawat AMA PK-RCQ dilaporkan mendarat darurat di wilayah Kampung Molof Distrik Senggi Kabupaten Keerom, Selasa (28/6/2022).

Pesawat tersebut mengalami gangguan cuaca buruk, sehingga memutar balik ke arah Bandara Senggi, tetapi karena kekurangan BBM, pesawat melakukan pendaratan darurat di Jalan KM 37 PT. Batasan Dharma Timber Kampung Molof.

Pesawat yang dipiloti oleh Caesar terbang dari Bandara Udara Sentani menuju Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang dengan membawa 6 orang penumpang.

Beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. (Salmawati Bakri)